http://www.merdeka.com/foto/dunia/364574/mengintip-gaya-seksi-supermodel-australia-megan-gale-003-isn.html
Usut kasus pembobolan ATM, Mabes Polri periksa pihak vendor
Reporter : Sukma Alam | Sabtu, 10 Mei 2014 03:33
4
Berita Terkait
Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dir. Tipidiksus) Bareskrim Mabes Polri masih menyelidiki kasus pembobolan uang dari mesin ATM yang dilakukan Didik Agung Gunawan. Dari hasil pemeriksaan sementara, Polri telah memeriksa vendor penyedia jasa software upgrading.
"Vendor yang bekerja sama dengan banknya sedang diperiksa. Jadi dalam kasus ini perbankan dan cyber crime bekerja," kata Direktur Tipideksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/5).
Arief yang pekan depan akan menjabat menjadi Kapolda Kalimantan Barat ini menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kesalahan sistem untuk mentransfer ataukah ada unsur kesengajaan. Pasalnya, dia menduga, ada pihak vendor atau pihak bank ada upaya untuk membantu Didik dalam melakukan aksi pembobolan.
"Nah ini masih didalami. Apakah ada orang dalam atau tidak," tutur dia.
Sepeti diketahui, Mabes Polri membongkar modus pembobolan uang dari mesin ATM. Sistem mesin ATM yang rusak justru dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan dengan mengambil uang sebanyak-banyaknya.
Menurut Arief, aksi Didik itu terjadi pada 10 April 2014 lalu. Sebuah mesin ATM pada Bank X mengalami upgrading software atau perbaikan sistem. Orang yang melakukan transaksi apapun pada saat itu akan mendadak bingung karena saldo tabungan pada layar ATM tak berkurang sama sekali.
"Nasabah yang menggunakan kartu ATM ketika akan melakukan penarikan saldo yang ada di rekeningnya itu tak berkurang. Jadi kalau saya punya uang 5 juta, saya tarik 1 juta, saldonya tetap 5 juta terus," kata Arief.
Dalam kejadian tersebut, rupanya ada 7 orang yang mengalami hal serupa. Namun 6 orang lainnya merasa tak yakin dan melaporkan kepada pihak Bank X. Sehingga dengan cepat pihak bank bisa segera melakukan recovery system.
"Tapi dari 7 nasabah, ada satu orang yang justru masih penasaran dan masih melakukan transfer-transfer. Namanya Didik Agung Himawan asal Solo. Saldonya hanya ada Rp 200.000 tapi yang bersangkutan bisa menarik sampai Rp 4 miliar," ujarnya.
Tak hanya Rp 4 miliar saja, Didik justru memanfaatkan rekening milik istrinya dan bisa melakukan transaksi transfer sebesar Rp 17 miliar. Padahal saldo di rekening istrinya hanya Rp 100.000. Didik melakukannya pada tanggal 10 April 2014 sejak pukul 23.30 WIB hingga 11 April pukul 16.00 WIB.
"Vendor yang bekerja sama dengan banknya sedang diperiksa. Jadi dalam kasus ini perbankan dan cyber crime bekerja," kata Direktur Tipideksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/5).
Arief yang pekan depan akan menjabat menjadi Kapolda Kalimantan Barat ini menambahkan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kesalahan sistem untuk mentransfer ataukah ada unsur kesengajaan. Pasalnya, dia menduga, ada pihak vendor atau pihak bank ada upaya untuk membantu Didik dalam melakukan aksi pembobolan.
"Nah ini masih didalami. Apakah ada orang dalam atau tidak," tutur dia.
Sepeti diketahui, Mabes Polri membongkar modus pembobolan uang dari mesin ATM. Sistem mesin ATM yang rusak justru dimanfaatkan untuk berbuat kejahatan dengan mengambil uang sebanyak-banyaknya.
Menurut Arief, aksi Didik itu terjadi pada 10 April 2014 lalu. Sebuah mesin ATM pada Bank X mengalami upgrading software atau perbaikan sistem. Orang yang melakukan transaksi apapun pada saat itu akan mendadak bingung karena saldo tabungan pada layar ATM tak berkurang sama sekali.
"Nasabah yang menggunakan kartu ATM ketika akan melakukan penarikan saldo yang ada di rekeningnya itu tak berkurang. Jadi kalau saya punya uang 5 juta, saya tarik 1 juta, saldonya tetap 5 juta terus," kata Arief.
Dalam kejadian tersebut, rupanya ada 7 orang yang mengalami hal serupa. Namun 6 orang lainnya merasa tak yakin dan melaporkan kepada pihak Bank X. Sehingga dengan cepat pihak bank bisa segera melakukan recovery system.
"Tapi dari 7 nasabah, ada satu orang yang justru masih penasaran dan masih melakukan transfer-transfer. Namanya Didik Agung Himawan asal Solo. Saldonya hanya ada Rp 200.000 tapi yang bersangkutan bisa menarik sampai Rp 4 miliar," ujarnya.
Tak hanya Rp 4 miliar saja, Didik justru memanfaatkan rekening milik istrinya dan bisa melakukan transaksi transfer sebesar Rp 17 miliar. Padahal saldo di rekening istrinya hanya Rp 100.000. Didik melakukannya pada tanggal 10 April 2014 sejak pukul 23.30 WIB hingga 11 April pukul 16.00 WIB.
Mengintip gaya seksi supermodel Australia Megan Gale
Megan Gale menjadi model sejak 2000 hingga dirinya melakoni dunia perfilman dan presenter tv.
0
©Reuters
Pesona Megan Gale saat memamerkan busana David Jones Summer di Sydney pada 7 Agustus 2007.
Pesona Megan Gale saat memamerkan busana David Jones Summer di Sydney pada 7 Agustus 2007.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar