Jumat, 06 Juni 2014

Selain Lahirkan Bayi Tokek, Ibu-ibu di Oemolo Melahirkan Burung dan Buaya

http://www.tribunnews.com/regional/2014/06/06/selain-lahirkan-bayi-tokek-ibu-ibu-di-oemolo-melahirkan-burung-dan-buaya



Jumat, 6 Juni 2014 13:20 WIB
Selain Lahirkan Bayi Tokek, Ibu-ibu di Oemolo  Melahirkan Burung dan Buaya
Pos Kupang / Net
Bidan Yosephine Lidya Hellen Wadu dan bayi tokek di tangannya 



 Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Kelahiran bayi tokek pada Jumat (30/5/2014) oleh Debi Nubatonis (30), di Kampung Aeka, Desa Oemolo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, bukan  peristiwa aneh pertama bagi masyarakat desa setempat. Sebab, sekitar 30-40 tahun silam, ibu Ton melahirkan seekor buaya berwajah manusia dan ibu Pa'e melahirkan seekor burung.
Kisah adanya kelahiran-kelahiran bayi dalam rupa binatang ini disampaikan Ny. Fransiska Nabunome-Benu (55), saat  ditemui PosKupang di Kampung Aeka, Rabu (4/6/2014). 
Ia menjelaskan, kelahiran bayi tokek ini tidak mengherankan lagi bagi mereka karena walau kejadian sebelumnya sudah puluhan tahun silam sebelum ada fasilitas kesehatan yang memadai di Oemofa, tapi kelahiran bayi dalam rupa binatang ini masih terekam baik dalam ingatan warga setempat.
Karena itu, kata Fransiska, bagi masyarakat Aeka, dan Oemolo yang berusia di atas 50 tahun tidak lagi merasa heran  kelahiran bayi tokek dari rahim Debi Nubatonis, Jumat (30/5/2014), sekitar pukul 06.00 Wita.
Saat itu Debi hanya ditemani putrinya, Fitri (5), sementara suaminya Wempi Loasala (31) saat itu mengunjungi tali jeratnya di hutan seperti pagi hari di hari-hari sebelumnya.
Fransiskas mengatakan, waktu itu tidak ada puskesmas di dekat sini sehingga tidak dilaporkan kepada petugas kesehatan untuk bisa disampaikan agar semua orang tahu seperti sekarang ini. "Tetapi kami semua masih ingat. Jadi, tidak aneh lagi bagi kami. Karena adik saya yang di Osmok (Kelurahan Alak) juga anak laki-lakinya kembar dengan keong laut. Dan, anaknya sekarang sudah SMP kelas 1 di Osmok," jelas Fransiska.
Mengenai adanya kekuatan mistik sehingga ada  kelahiran bayi dalam wujud binatang di Kampung Aeka, Fransiska mengaku tidak yakin. Tetapi, ada kekuatan mistik di kampung tersebut diakui Fransiska masih ada.
Hal senada disampaikan Roslince Benu (54), yang ditemui Pos Kupangsecara terpisah, Rabu (4/6/2014).  Roslince mengatakan, keberadaan dunia mistik di Oemolo sulit untuk diungkapkan secara pasti. Meski begitu, lanjutnya, keberadaan dunia mistik tidak bisa dibilang tidak ada. Sebab, keberadaan masyarakat dan keyakinan terhadap dunia mistik sampai saat ini masih ada.
"Kalau mau bilang tidak ada, tidak bisa juga, karena masih ada orang yang meyakininya dan  menggunakan ilmu-ilmu mistik untuk kepentingan pribadi. Dan, mungkin juga untuk kepentingan dengan orang lain," tuturnya.* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar