Jumat, 06 Juni 2014

Polisi Identifikasi Pelaku Intoleran di Yogya Melalui Video



Kediaman pemuka agama di Yogyakarta dirusak sekelompok orang.

ddd
Selasa, 3 Juni 2014, 18:19
Ilustrasi solidaritas anti kekerasan
Ilustrasi solidaritas anti kekerasan



VIVAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Amar Rafli mengaku, polisi sudah mengantongi nama yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengrusakan rumah milik Pemuka Agama Niko Lomboan.

Kediaman Niko dilempari oleh sekelompok orang tak dikenal karena kerap dijadikan tempat ibadah untuk kebaktian warga, Dusun Pangukan Rt 03 Rw 010, Kecamatan Triadi, Kabupaten Sleman. 

Hingga saat ini, Polda DIY dan Polres Sleman mengusut siapa orang-orang itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi Anny Pujiastuti menjelaskan, kejadian itu bermula ketika warga setempat sedang melangsungkan kerja bakti. Namun di sepanjang jalan, mereka mendengar suara kebaktian dari kediaman Niko dan sempat membuat geram.

"Itu lantaran tahun lalu, rumah tersebut disegel karena tidak memiliki izin (untuk menjadi tempat ibadah)," ujar Anny saat dihubungi di Jakarta.

Kemudian, mereka pun sempat melempari rumah tersebut dengan batu. Paska kejadian itu, polisi langsung berjaga-jaga di dekat kediaman Niko. Pengamanan itu, kata Anny dilakukan hingga suasana di lingkungan tersebut kembali kondusif.

Namun hingga saat ini, pengamanan dari Polda sudah ditarik. Saat ini beberapa petugas dari Polres Sleman tetap berjaga-jaga.

Ketika ditanyakan apakah ada tersangka dalam kasus ini, Anny mengaku sampai saat ini penyidik akan mendalami keterangan salah satu saksi. Dia adalah orang yang teridentifikasi melakukan pengrusakan dan menggerakan massa.

"Inisialnya TM. Dia teridentifikasi (terlibat) dari alat bukti kamera video dokumentasi di lapangan," ungkap Anny. (ita)

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar