Minggu, 08 Juni 2014

Budi Daya Jamur Tiram




Budi Daya Jamur Tiram
Written by Web Master  
Banyak menu makanan yang menggunakan jamur tiram sebagai bahan dasar utamanya. Rasanya yang mirip daging ayam ini, jadi alternatif konsumsi kebanyakan vegan (sebutan bagi vegetarian). Cita rasa khas jamur tiram  inilah, membuatnya banyak dicari dan tentu berdampak pada peluang ekonomi.
Tak sedikit orang yang tertarik untuk membudidayakan jamur tiram ini sebagai alternatif peluang usaha cukup menjanjikan. Pasalnya, jamur tiram ini merupakan salah satu jenis komoditi produk konsumsi yang memiliki pangsa pasar luas. Artinya, hampir di semua negara menjadikannya sebagai alternatif konsumsi sehat, termasuk Indonesia.
“Namun disayangkan,
pasarnya masih terbatas. Jangankan untuk pasar luar negeri,  untuk memenuhi pasokan lokal saja masih kekurangan,” kata Pembudidaya Jamur Tiram di Malang, Edgar Wbisono.
sini menunjukkan, kalau kebutuhan pasar jamur tiram masih mendapat prioritas di kalangan konsumen. Harganya pun tergolong masih menunjukkan nilai tinggi, yaitu Rp 12.500 per kilogram untuk ukuran pasar tradisional. Sedangkan harga untuk kelas supermarket lebih tinggi, yaitu Rp 22 ribu per kilogram. Demikian halnya dengan permintaan pasar jamur tiram yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Bagi Anda yang berminat untuk turut meramaikan pasar jamur tiram, bukan tak mungkin dapat melakukan proses budidaya. Masih awam dan belum mengenal budidaya jamur tiram, bukan jadi kendala. Sebab, prosesnya tergolong cukup mudah dan efektif dilakukan bagi Anda yang pemula sekalipun. Ingin tahu kiat budidaya jamur kayu satu ini?
Kenali Fisiologisnya
Diantara banyak jenis jamur, jamur tiram ini termasuk dalam kategori tanaman konsumsi.Ciri yang khas ada pada tudungnya berwarna hitam lembayung sampai kecoklatan. Bentuknya menyerupai kulit kerang dengan diameter 6-14 cm. Selain itu, tekstur permukaan tudung licin dan mengkilap. Demikian juga bilahnya berwarna putih, krem atau putih gading yang tersusun agak rapat.
“Disini terjadi fase perubahan bentuk, yaitu sewaktu muda bilahnya berwarna putih dan semakin tua jadi krem kekuningan dengan ukuran sekitar 1-3 cm. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tinggi sekitar 25-30 °C,” ujar Edgar.
Kontrol Kelembaban Lingkungan
Untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya masalah perlakuan lingkungan harus diperhatikan benar, dimana pada habitatnya ia lebih menyukai area dataran tinggi sebagai optimalisasi proses pertumbuhan. Itu didukung pula dengan tingkat kelembaban yang jadi sarat hidup mutlak.
Kondisi lembab dan dingin yang sesuai dengan karakter jamur, membuat bentuknya semakin besar. Namun tak perlu berkecil hati, bagi Anda yang tinggal di dataran rendah dan berniat melakukan budidaya jamur tiram. Sebab, ada alternatif yang tetap bisa dilakukan, seperti membuat kondisi lingkungan tempat tinggal jamur (minimal hampir sama) dengan habitat aslinya.
Namun penerapannya pun perlu dilakukan secara ekstra dari perlakuan jamur untuk daerah dingin. Alternatifnya, bisa dengan membuat lingkungan untuk selalu dalam keadaan lembab. Menyiram bagian tanahnya secara rutin, jadi salah satu cara untuk membuat tingkat kelembaban yang cocok. Sedangkan untuk bagian tanaman jamurnya tak perlu disiram, karena hanya faktor lingkungan tumbuh yang mempengaruhi pertumbuhan.
Pemberian ventilasi (sistem sirkulasi) pada rumah jamur, juga jadi aspek pendukung. Maka, banyak pembudidaya jamur yang menerapkan bilik anyaman bambu sebagai rumah jamur. Untuk perputaran udara yang baik, idealnya diberi jendela. Penerapan jendela ini, dilakukan 30 cm dari tanah dan hanya dibuka pada waktu malam hari. Sebab di malam hari, merupakan saat dimana jamur mengalami proses pertumbuhan dan sirkulasi udara yang baik akan membantunya.
Apa Saja yang Harus Diperhatikan?
• Bibit
Untuk budidaya jamur tiram, dapat menggunakan substrat kayu, serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Namun untuk mempermudah proses ini, banyak perusahaan penyedia bibit jamur yang sudah mengemasnya dalam bentuk baglog. Artinya, bibit sudah tertanam dalam media tanam dan hanya siap untuk masa panen, sehingga hal ini akan mempermudah pembudidaya jamur tiram yang masih tergolong pemula.
• Rumah JamurPenyiapan bangunan untuk mendukung proses hidup jamur, dapat porsi cukup penting untuk diperhatikan, dimana bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, penerapan untuk kebutuhan sekitar 500-1.000 buah bag log, diperlukan bangunan dengan ukuran 6mx4mx4m. Bahan yang diperlukan untuk aplikasi rumah jamur berupa tiang, kaso, dan terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan.
• Jaga TemperaturPemeliharaan sub-start tanam dalam hal ini, harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat atau miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30 C. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28 C.
Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90%. Sebab kalau kurang, maka sub-strat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari.
Masa Panen
“Jamur termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Buahnya dapat dipanen dalam jangka waktu 40 hari setelah pembibitan.
Dengan frekuensi panen yang dilakukan setiap hari, karena pertumbuhan masing-masing tanaman yang bervariatif. Pemanenan jamur bisa dilakukan antara 4-8 kali dan jumlah jamur yang dipanen per musim. Setelah melewati masa panen, sisa pembibitan harus dibuang dan menggantinya dengan baglog bibit baru. Barulah, jamur tiram siap dipasarkan.
Manfaat dan Kandungan Jamur Tiram
Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam seperti merica. kandungan gizinya pun cukup tinggi, yaitu dengan komposisi protein sekitar 10-30%, vitamin C antara 36-58 mg/100 gram. Biasanya sosok jamur tiram ini ada pada menu masakan, seperti nasi goreng jamur dan panggang jamur.
Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah jadi makanan lain. Misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau tiram chips. Selain itu, juga populer sebagai masakan sup dan pepes. Banyaknya penggemar jamur tiram, karena terdapatnya banyak kandungan nutrisi di dalamnya yang terdiri atas kadar air (92,2%), lemak (1,1%), karbohidrat total (59,2%), serat (12%), dan nilai energi (261%).
Written by agus  
Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menggiurkan. Dilihat dari segi finansial dapat dikatakan usaha ini layak untuk dijalankan. Apalagi bagi para hobiis ataupun wirausahawan, usaha ini terbilang sangat menyenangkan dan menarik. Jika kita amati, peminat usaha budidaya ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja banyak faktor yang menjadi alasan meningkatnya peminat usaha ini mulai dari sekedar hobi, faktor jamur sebagai pangan yang sehat ataupun   jamur sebagai pangan masa depan. Itu artinya usaha ini akan terus berkembang untuk waktu yang lama.
tentu bukan berarti usaha ini tanpa kendala. Bagaimanapun usaha budidaya ini melibatkan makhluk hidup (jamur tiram). Berbeda dengan benda mati, bekerja dengan makhluk hidup terkadang  sulit untuk ditebak karena kondisinya yang bisa berubah ubah. Oleh karena itu  ada sifat sifat makhluk hidup yang sebisa mungkin harus kita kenali tidak terkecuali jamur tiram. Salah satu yang harus diperhatikan ialah faktor lingkungan dimana jamur tiram dapat tumbuh dengan sehat yaitu berupa ketinggian lokasi, suhu, kelembapan, dan aerasi.
menjadi pertanyaan adalah bisakah jamur tiram ini dibudidayakan di luar kondisi optimum jamur tiram. Kita ketahui pada umumnya jamur tiram tumbuh baik di lingkungan yang bersuhu rendah / dingin. Lalu bisakah dibudidayakan di daerah yang panas?
Dari pengalaman yang pernah saya lakukan maka jawabannya adalah bisa. Kondisi lingkungan panas dapat kita siasati dengan berbagai cara. Cara yang paling mudah adalah dengan membuat bangunan kumbung permanen dan menggunakan AC. Wohohoho….ya terang aja! Begitulah kira-kira tanggapan sebagian besar orang.

setuju bahwa cara di atas hanya bisa digunakan untuk usaha skala besar dengan budget yang besar pula. Artinya sangat tidak efisien untuk usaha menengah ke bawah. Jadi  bagaimana cara kita menyiasati kendala ini dengan usaha dan budget yang rendah?.
Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan diantaranya
    Membuat bangunan kumbung dengan sistem sirkulasi buka tutup. Pada saat siang hari sirkulasi kumbung ditutup agar kelembapan di dalam kumbung terjaga. Sebaliknya pada malam hari bisa dibuka sehingga suhu ruangan lebih dingin.
    Menggunakan bahan atap yang tidak menyerap panas.
    Meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung untuk membantu meningkatkan kelembapan ruangan.
    Membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh dekat dengan pepohonan
    Menanam banyak tanaman (perdu) di sekitar rumah kumbung.
    Bangunan kumbung dibuat lebih tinggi minimal 4 meter
    Rak penyimpanan log jamur dibuat tidak lebih dari 3 tingkat.
    Melakukan penyiraman minimal 3 kali sehari.
Demikian beberapa solusi yang bisa diterapkan…Semoga bermanfaat…
Sumber: AdityaRial
gan prospek bisnis jamur tiram ini?Sebagai gambaran saja, harga jamur tiram curah dipasaran berkisar antara Rp. 7.000 per kg hingga Rp. 8.000 per kg. Untuk jamur tiram yang sudah dikemas harga bisa lebih tinggi yaitu sekitar Rp. 8.500 per kg hingga Rp. 12.000 per kg. Harga jamur memang fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh pasokan jamur sendiri di pasaran.

Walaupun harga jamur tiram tergolong fluktuatif namun kisaran harganya masih bisa dikatakan dalam kondisi yang stabil. Dengan ilustrasi sederhana semacam itu, jelas sudah bahwa usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Bisnis ini akan semaking menguntungkan jika Anda sudah memiliki jaringan bisnis yang luas seperti memasok untuk supermarket atau restoran baik di sekitar tempat budidaya atau bahkan jaringan luar kota.

Kerugian bisa diminimalisir karena memang kebutuhan pasar masih sangat besar. Tentunya, Anda harus menjaga kualitas jamur tiram Anda agar pembeli tidak kecewa dan akhirnya enggan membeli pasokan jamur tiram kepada Anda.

Be Sociable, Share!

    inShare

Tags : bisnis, budidaya, jamur, usaha
6share this story
Previous Story Mandiri Visa Distribution Card, Kartu Terbaik untuk Para Agen
Next Story Peluang Usaha Ternak Bebek Beromzet Miliaran Rupiah
About the Author

Abyan Nandana
Related Stories
3.Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan Yang Melesat 1
Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan yang Melesat
May 27, 2014 - 6:01 am
3.Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak 1
Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak
May 26, 2014 - 6:15 am
1. Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade. 1
Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade
May 24, 2014 - 2:44 am
Teropong Ekonomi

    3.Dampak Krisis Politik di Thailand Terhadap Negara-Negara Kawasan Asean1
    Dampak Krisis Politik di Thailand Terhadap Negara-Negara Kawasan Asean
    May 30, 2014
    3.Tercekoki Sentimen Positif, Bursa Saham Asia Melejit 1         
    Tercekoki Sentimen Positif, Bursa Saham Asia Melejit
    May 28, 2014
    3.Pengaruh Inflasi Pada Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat2   
    Pengaruh Inflasi Pada Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat
    May 23, 2014
    3. IHSG Diprediksikan Merosot 1          
    IHSG Diprediksikan Merosot
    May 22, 2014

Teropong Usaha

    3.Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan Yang Melesat 1     
    Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan yang Melesat
    May 27, 2014
    3.Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak 1  
    Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak
    May 26, 2014
    1.Mencoba Tawaran Menggiurkan dari De Pizza 1        
    Mencoba Tawaran Menggiurkan dari De Pizza
    May 26, 2014
    1. Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade. 1            
    Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade
    May 24, 2014
Jamur tiram mengandung banyak khasiat sebagai antibakteri, antivirus, antioksidan,antitumor, menormalkan tekanan darah, menurunkan  kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan syaraf dan dapat untuk mengurangi stress. 

Menurut hasil penelitian Sunan Pongsamart ( Biochemistry, Fuculty of Pharma Ceutical Universitas Chulangkorn), Jamur tiram mengandung karbohidrat, protein, serat nabati juga  kaya  mineral dan vitamin-vitamin penting terutama kelompok vitamin B, Vitamin C, dan provitamin D serta asam karbonat. Jamur ini juga merupakan sumber mineral utama yang baik seperti kalium, fosfor, natrium, kalsium, dan magnesium. Jamur itu gizinya sangat banyak," ujar Netty dalam orasi pengukuhan profesor riset bidang bioteknologi umum di BPPT.

Jamur Tiram Putih berguna sebagai pencegah hipertensi, mencegah kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil senyawa aktif lovastatin. Orang-orang Jepang dan Cina telah mengkonsumsi Jamur ribuan tahun yang lampau. Bahkan dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa para Nabi-nabi pada jaman dulupun menjadikan jamur sebagai salah satu santapan kesenangannya.
SATE JAMUR TIRAM



Jamur juga bisa dijadikan sebagai penyedap makanan. Kandungan asam amino pada jamur erat kaitannya dengan cita rasa sehingga jamur tiram dapat digunakan sebagai penyedap makanan. Jamur tiram mengandung asam glutamat yang membuat gurih masakan, sehingga dapat dijadikan sebagai penyedap rasa.

Jamur mempunyai antioksidan yang aktif untuk melawan radikal bebas. Serat tidak larut (insoluble dietary fiber /IDF) pada jamur tiram 39,8 persen sangat baik untuk pencernaan, sisanya serat larut yang baik untuk kolesterol. Jamur pun sangat cocok bagi pelaku diet karena kandungan kalorinya yang rendah. Tak hanya itu, jamur juga mengandung glucan, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kalau kita mengonsumsi rutin 6-7 gram per hari, maka daya tahan tubuh kita akan baik.

ROULLET JAMUR TIRAM
Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur tiram juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit, seperti lever, diabetes, anemia, sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.

OSENGAN JAMUR TIRAM
Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu menurunkan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Di dalamnya terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19-35% (lebih rendah dari kedelai dan susu). Jadi jamur ini dapat dijadikan sumber protein nabati di samping kacang-kacangan. Jenis vitamin di dalam jamur adalah vitamin B1, B2, niasin, biotin dan vitamin C. Selain itu di dalamnya terdapat mineral K, P, Ca, Na, Mg dan Cu. Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur tiram merupakan bahan baku obat.

Bagi ibu-ibu dan remaja putri yang hobby memasak, berikut kami sajikan aneka resep masakan jamur tiram putih....nyantae aja ya menyimaknya, kalo perlu sambil minum soft drink dan ngemil makanan ringan...biar tambah asyik GHITU LHO.....

ANEKA MENU/ RESEP MASAKAN JAMUR TIRAM

Masakan Jamur Tiram dalam bahasa Yunani disebut Pleurotus, artinya “ bentuk samping atau posisi menyamping antara tangkai dengan tudung”. Sedangkan sebutan nama “tiram”, karena bentuk atau tubuh buahnya menyerupai kulit tiram (cangkang kerang). Dibelahan Amerika dan Eropa, jamur ini lebih populer dengan sebutan Oyster mushroom, mempunyai tangkai tudung tidak tepat ditengah seperti yang lainnya. Asal usul jamur tiram berasal  dari Negara Belanda, kemudian menyebar ke Australia, Amerika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dari hasil penelitian dan riset Badan Kesehatan Dunia (WHO), jamur tiram memenuhi standar gizi sebagai makanan yang layak dikonsumsi, enak dimakan, tidak beracun, dan memiliki kandungan gizi yang tinggi serta berkhasiat sebagai obat berbagai macam penyakit.
Jamur tiram merupakan jenis jamur kayu yang awalnya tumbuh secara alami pada batang-batang pohon yang telah mengalami pelapukan, umumnya mudah di jumpai di daerah hutan-hutan. Sementara itu di Indonesia sendiri budi daya jamur tiram baru mulai dirintis sejak lebih kurang tahun 1988. pada waktu itu petani atau pengusaha jamur tiram masih sedikit sekali. Namun sesuai dengan laju perkembangan zaman, akhir-akhir ini jamur tiram mulai dilirik untuk dibudidayakan besar-besaran dengan metode yang lebih sophisticated, yakni tidak mengandalkan batang pohon yang dinilai tidak efisien melainkan menggunakan hasil rekayasa teknologi moderen dengan memanfaatkan bahan media tanam dari serbuk kayu (gergajian), jerami padi dan alang-alang.
Jamur tiram juga dapat tumbuh pada media lain, seperti ampas tebu, kulit kacang, sabut kelapa, sisa kertas dan lain-lain. Namun sejauh ini, para pengusaha dan petani jamur lebih suka menggunakan media tanam dari serbuk kayu dan jerami, karena bahan baku tersebut selain mudah didapat harganya juga relatif murah.

Diposkan oleh erivaldi di 11.35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar