Budi Daya Jamur Tiram
Written by Web Master
Banyak menu makanan yang menggunakan jamur tiram sebagai
bahan dasar utamanya. Rasanya yang mirip daging ayam ini, jadi alternatif
konsumsi kebanyakan vegan (sebutan bagi vegetarian). Cita rasa khas jamur tiram inilah, membuatnya banyak dicari dan tentu
berdampak pada peluang ekonomi.
Tak sedikit orang yang tertarik untuk membudidayakan jamur
tiram ini sebagai alternatif peluang usaha cukup menjanjikan. Pasalnya, jamur
tiram ini merupakan salah satu jenis komoditi produk konsumsi yang memiliki
pangsa pasar luas. Artinya, hampir di semua negara menjadikannya sebagai
alternatif konsumsi sehat, termasuk Indonesia.
“Namun disayangkan,
pasarnya masih terbatas. Jangankan untuk pasar luar
negeri, untuk memenuhi pasokan lokal
saja masih kekurangan,” kata Pembudidaya Jamur Tiram di Malang, Edgar Wbisono.
sini menunjukkan, kalau kebutuhan pasar jamur tiram masih
mendapat prioritas di kalangan konsumen. Harganya pun tergolong masih
menunjukkan nilai tinggi, yaitu Rp 12.500 per kilogram untuk ukuran pasar
tradisional. Sedangkan harga untuk kelas supermarket lebih tinggi, yaitu Rp 22
ribu per kilogram. Demikian halnya dengan permintaan pasar jamur tiram yang
semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Bagi Anda yang berminat untuk turut meramaikan pasar jamur
tiram, bukan tak mungkin dapat melakukan proses budidaya. Masih awam dan belum
mengenal budidaya jamur tiram, bukan jadi kendala. Sebab, prosesnya tergolong
cukup mudah dan efektif dilakukan bagi Anda yang pemula sekalipun. Ingin tahu
kiat budidaya jamur kayu satu ini?
Kenali Fisiologisnya
Diantara banyak jenis jamur, jamur tiram ini termasuk dalam
kategori tanaman konsumsi.Ciri yang khas ada pada tudungnya berwarna hitam
lembayung sampai kecoklatan. Bentuknya menyerupai kulit kerang dengan diameter
6-14 cm. Selain itu, tekstur permukaan tudung licin dan mengkilap. Demikian
juga bilahnya berwarna putih, krem atau putih gading yang tersusun agak rapat.
“Disini terjadi fase perubahan bentuk, yaitu sewaktu muda
bilahnya berwarna putih dan semakin tua jadi krem kekuningan dengan ukuran
sekitar 1-3 cm. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tinggi sekitar 25-30
°C,” ujar Edgar.
Kontrol Kelembaban Lingkungan
Untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tidak sesulit yang
dibayangkan. Hanya masalah perlakuan lingkungan harus diperhatikan benar,
dimana pada habitatnya ia lebih menyukai area dataran tinggi sebagai
optimalisasi proses pertumbuhan. Itu didukung pula dengan tingkat kelembaban
yang jadi sarat hidup mutlak.
Kondisi lembab dan dingin yang sesuai dengan karakter jamur,
membuat bentuknya semakin besar. Namun tak perlu berkecil hati, bagi Anda yang
tinggal di dataran rendah dan berniat melakukan budidaya jamur tiram. Sebab,
ada alternatif yang tetap bisa dilakukan, seperti membuat kondisi lingkungan
tempat tinggal jamur (minimal hampir sama) dengan habitat aslinya.
Namun penerapannya pun perlu dilakukan secara ekstra dari
perlakuan jamur untuk daerah dingin. Alternatifnya, bisa dengan membuat
lingkungan untuk selalu dalam keadaan lembab. Menyiram bagian tanahnya secara
rutin, jadi salah satu cara untuk membuat tingkat kelembaban yang cocok.
Sedangkan untuk bagian tanaman jamurnya tak perlu disiram, karena hanya faktor
lingkungan tumbuh yang mempengaruhi pertumbuhan.
Pemberian ventilasi (sistem sirkulasi) pada rumah jamur,
juga jadi aspek pendukung. Maka, banyak pembudidaya jamur yang menerapkan bilik
anyaman bambu sebagai rumah jamur. Untuk perputaran udara yang baik, idealnya
diberi jendela. Penerapan jendela ini, dilakukan 30 cm dari tanah dan hanya
dibuka pada waktu malam hari. Sebab di malam hari, merupakan saat dimana jamur
mengalami proses pertumbuhan dan sirkulasi udara yang baik akan membantunya.
Apa Saja yang Harus Diperhatikan?
• Bibit
Untuk budidaya jamur tiram, dapat menggunakan substrat kayu,
serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Namun untuk mempermudah proses ini,
banyak perusahaan penyedia bibit jamur yang sudah mengemasnya dalam bentuk
baglog. Artinya, bibit sudah tertanam dalam media tanam dan hanya siap untuk
masa panen, sehingga hal ini akan mempermudah pembudidaya jamur tiram yang
masih tergolong pemula.
• Rumah JamurPenyiapan bangunan untuk mendukung proses hidup
jamur, dapat porsi cukup penting untuk diperhatikan, dimana bentuk dan ukuran
bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, penerapan untuk kebutuhan
sekitar 500-1.000 buah bag log, diperlukan bangunan dengan ukuran 6mx4mx4m.
Bahan yang diperlukan untuk aplikasi rumah jamur berupa tiang, kaso, dan
terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan.
• Jaga TemperaturPemeliharaan sub-start tanam dalam hal ini,
harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat atau
miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30 C. Sementara
untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28
C.
Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah,
kelembaban udara diatur sekitar 90%. Sebab kalau kurang, maka sub-strat tanam
akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram
air bersih pada pagi dan sore hari.
Masa Panen
“Jamur termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa
panen cukup cepat. Buahnya dapat dipanen dalam jangka waktu 40 hari setelah
pembibitan.
Dengan frekuensi panen yang dilakukan setiap hari, karena
pertumbuhan masing-masing tanaman yang bervariatif. Pemanenan jamur bisa
dilakukan antara 4-8 kali dan jumlah jamur yang dipanen per musim. Setelah
melewati masa panen, sisa pembibitan harus dibuang dan menggantinya dengan
baglog bibit baru. Barulah, jamur tiram siap dipasarkan.
Manfaat dan Kandungan Jamur Tiram
Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam
seperti merica. kandungan gizinya pun cukup tinggi, yaitu dengan komposisi
protein sekitar 10-30%, vitamin C antara 36-58 mg/100 gram. Biasanya sosok
jamur tiram ini ada pada menu masakan, seperti nasi goreng jamur dan panggang
jamur.
Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah jadi
makanan lain. Misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau
tiram chips. Selain itu, juga populer sebagai masakan sup dan pepes. Banyaknya
penggemar jamur tiram, karena terdapatnya banyak kandungan nutrisi di dalamnya
yang terdiri atas kadar air (92,2%), lemak (1,1%), karbohidrat total (59,2%),
serat (12%), dan nilai energi (261%).
Written by agus
Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menggiurkan.
Dilihat dari segi finansial dapat dikatakan usaha ini layak untuk dijalankan.
Apalagi bagi para hobiis ataupun wirausahawan, usaha ini terbilang sangat
menyenangkan dan menarik. Jika kita amati, peminat usaha budidaya ini terus
meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja banyak faktor yang menjadi alasan
meningkatnya peminat usaha ini mulai dari sekedar hobi, faktor jamur sebagai
pangan yang sehat ataupun jamur sebagai
pangan masa depan. Itu artinya usaha ini akan terus berkembang untuk waktu yang
lama.
tentu bukan berarti usaha ini tanpa kendala. Bagaimanapun
usaha budidaya ini melibatkan makhluk hidup (jamur tiram). Berbeda dengan benda
mati, bekerja dengan makhluk hidup terkadang
sulit untuk ditebak karena kondisinya yang bisa berubah ubah. Oleh
karena itu ada sifat sifat makhluk hidup
yang sebisa mungkin harus kita kenali tidak terkecuali jamur tiram. Salah satu
yang harus diperhatikan ialah faktor lingkungan dimana jamur tiram dapat tumbuh
dengan sehat yaitu berupa ketinggian lokasi, suhu, kelembapan, dan aerasi.
menjadi pertanyaan adalah bisakah jamur tiram ini
dibudidayakan di luar kondisi optimum jamur tiram. Kita ketahui pada umumnya
jamur tiram tumbuh baik di lingkungan yang bersuhu rendah / dingin. Lalu
bisakah dibudidayakan di daerah yang panas?
Dari pengalaman yang pernah saya lakukan maka jawabannya
adalah bisa. Kondisi lingkungan panas dapat kita siasati dengan berbagai cara.
Cara yang paling mudah adalah dengan membuat bangunan kumbung permanen dan
menggunakan AC. Wohohoho….ya terang aja! Begitulah kira-kira tanggapan sebagian
besar orang.
setuju bahwa cara di atas hanya bisa digunakan untuk usaha
skala besar dengan budget yang besar pula. Artinya sangat tidak efisien untuk
usaha menengah ke bawah. Jadi bagaimana
cara kita menyiasati kendala ini dengan usaha dan budget yang rendah?.
Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan diantaranya
Membuat bangunan
kumbung dengan sistem sirkulasi buka tutup. Pada saat siang hari sirkulasi
kumbung ditutup agar kelembapan di dalam kumbung terjaga. Sebaliknya pada malam
hari bisa dibuka sehingga suhu ruangan lebih dingin.
Menggunakan bahan
atap yang tidak menyerap panas.
Meletakkan
beberapa tong/wadah air di dalam kumbung untuk membantu meningkatkan kelembapan
ruangan.
Membuat bangunan
kumbung di tempat yang teduh dekat dengan pepohonan
Menanam banyak
tanaman (perdu) di sekitar rumah kumbung.
Bangunan kumbung
dibuat lebih tinggi minimal 4 meter
Rak penyimpanan
log jamur dibuat tidak lebih dari 3 tingkat.
Melakukan
penyiraman minimal 3 kali sehari.
Demikian beberapa solusi yang bisa diterapkan…Semoga
bermanfaat…
Sumber: AdityaRial
gan prospek bisnis jamur tiram ini?Sebagai gambaran saja,
harga jamur tiram curah dipasaran berkisar antara Rp. 7.000 per kg hingga Rp.
8.000 per kg. Untuk jamur tiram yang sudah dikemas harga bisa lebih tinggi
yaitu sekitar Rp. 8.500 per kg hingga Rp. 12.000 per kg. Harga jamur memang
fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh pasokan jamur sendiri di pasaran.
Walaupun harga jamur tiram tergolong fluktuatif namun
kisaran harganya masih bisa dikatakan dalam kondisi yang stabil. Dengan
ilustrasi sederhana semacam itu, jelas sudah bahwa usaha budidaya jamur tiram
memang sangat menjanjikan. Bisnis ini akan semaking menguntungkan jika Anda
sudah memiliki jaringan bisnis yang luas seperti memasok untuk supermarket atau
restoran baik di sekitar tempat budidaya atau bahkan jaringan luar kota.
Kerugian bisa diminimalisir karena memang kebutuhan pasar
masih sangat besar. Tentunya, Anda harus menjaga kualitas jamur tiram Anda agar
pembeli tidak kecewa dan akhirnya enggan membeli pasokan jamur tiram kepada
Anda.
Be Sociable, Share!
inShare
Tags : bisnis, budidaya, jamur, usaha
6share this story
Previous Story Mandiri Visa Distribution Card, Kartu Terbaik
untuk Para Agen
Next Story Peluang Usaha Ternak Bebek Beromzet Miliaran
Rupiah
About the Author
Abyan Nandana
Related Stories
3.Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan Yang Melesat 1
Variasi Produk, Senjata Utama Penjualan yang Melesat
May 27, 2014 - 6:01 am
3.Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak 1
Mengais Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak
May 26, 2014 - 6:15 am
1. Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade. 1
Gemerlap Bisnis Kreasi Handmade
May 24, 2014 - 2:44 am
Teropong Ekonomi
3.Dampak Krisis
Politik di Thailand Terhadap Negara-Negara Kawasan Asean1
Dampak Krisis
Politik di Thailand Terhadap Negara-Negara Kawasan Asean
May 30, 2014
3.Tercekoki
Sentimen Positif, Bursa Saham Asia Melejit 1
Tercekoki Sentimen
Positif, Bursa Saham Asia Melejit
May 28, 2014
3.Pengaruh Inflasi
Pada Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat2
Pengaruh Inflasi
Pada Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat
May 23, 2014
3. IHSG
Diprediksikan Merosot 1
IHSG Diprediksikan
Merosot
May 22, 2014
Teropong Usaha
3.Variasi Produk,
Senjata Utama Penjualan Yang Melesat 1
Variasi Produk,
Senjata Utama Penjualan yang Melesat
May 27, 2014
3.Mengais
Nikmatnya Laba dari Pakaian Adat Anak 1
Mengais Nikmatnya
Laba dari Pakaian Adat Anak
May 26, 2014
1.Mencoba Tawaran
Menggiurkan dari De Pizza 1
Mencoba Tawaran
Menggiurkan dari De Pizza
May 26, 2014
1. Gemerlap Bisnis
Kreasi Handmade. 1
Gemerlap Bisnis
Kreasi Handmade
May 24, 2014
Jamur tiram mengandung banyak khasiat sebagai antibakteri,
antivirus, antioksidan,antitumor, menormalkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh,
menguatkan syaraf dan dapat untuk mengurangi stress.
Menurut hasil penelitian Sunan Pongsamart ( Biochemistry,
Fuculty of Pharma Ceutical Universitas Chulangkorn), Jamur tiram mengandung
karbohidrat, protein, serat nabati juga
kaya mineral dan vitamin-vitamin
penting terutama kelompok vitamin B, Vitamin C, dan provitamin D serta asam
karbonat. Jamur ini juga merupakan sumber mineral utama yang baik seperti
kalium, fosfor, natrium, kalsium, dan magnesium. Jamur itu gizinya sangat
banyak," ujar Netty dalam orasi pengukuhan profesor riset bidang
bioteknologi umum di BPPT.
Jamur Tiram Putih berguna sebagai pencegah hipertensi,
mencegah kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di
luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil
senyawa aktif lovastatin. Orang-orang Jepang dan Cina telah mengkonsumsi Jamur
ribuan tahun yang lampau. Bahkan dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa para
Nabi-nabi pada jaman dulupun menjadikan jamur sebagai salah satu santapan
kesenangannya.
SATE JAMUR TIRAM
Jamur juga bisa dijadikan sebagai penyedap makanan.
Kandungan asam amino pada jamur erat kaitannya dengan cita rasa sehingga jamur
tiram dapat digunakan sebagai penyedap makanan. Jamur tiram mengandung asam
glutamat yang membuat gurih masakan, sehingga dapat dijadikan sebagai penyedap
rasa.
Jamur mempunyai antioksidan yang aktif untuk melawan radikal
bebas. Serat tidak larut (insoluble dietary fiber /IDF) pada jamur tiram 39,8
persen sangat baik untuk pencernaan, sisanya serat larut yang baik untuk
kolesterol. Jamur pun sangat cocok bagi pelaku diet karena kandungan kalorinya
yang rendah. Tak hanya itu, jamur juga mengandung glucan, bisa meningkatkan
sistem kekebalan tubuh. Kalau kita mengonsumsi rutin 6-7 gram per hari, maka
daya tahan tubuh kita akan baik.
ROULLET JAMUR TIRAM
Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan
kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak
dan kalori. Jamur tiram juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai
penyakit, seperti lever, diabetes, anemia, sebagai antiviral dan antikanker
serta menurunkan kadar kolesterol.
OSENGAN JAMUR TIRAM
Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu
menurunkan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Di
dalamnya terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19-35% (lebih
rendah dari kedelai dan susu). Jadi jamur ini dapat dijadikan sumber protein
nabati di samping kacang-kacangan. Jenis vitamin di dalam jamur adalah vitamin
B1, B2, niasin, biotin dan vitamin C. Selain itu di dalamnya terdapat mineral
K, P, Ca, Na, Mg dan Cu. Selain campuran pada berbagai jenis masakan, jamur
tiram merupakan bahan baku obat.
Bagi ibu-ibu dan remaja putri yang hobby memasak, berikut
kami sajikan aneka resep masakan jamur tiram putih....nyantae aja ya
menyimaknya, kalo perlu sambil minum soft drink dan ngemil makanan
ringan...biar tambah asyik GHITU LHO.....
ANEKA MENU/ RESEP MASAKAN JAMUR TIRAM
Masakan Jamur Tiram dalam bahasa Yunani disebut Pleurotus,
artinya “ bentuk samping atau posisi menyamping antara tangkai dengan tudung”.
Sedangkan sebutan nama “tiram”, karena bentuk atau tubuh buahnya menyerupai
kulit tiram (cangkang kerang). Dibelahan Amerika dan Eropa, jamur ini lebih
populer dengan sebutan Oyster mushroom, mempunyai tangkai tudung tidak tepat
ditengah seperti yang lainnya. Asal usul jamur tiram berasal dari Negara Belanda, kemudian menyebar ke
Australia, Amerika dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dari hasil penelitian
dan riset Badan Kesehatan Dunia (WHO), jamur tiram memenuhi standar gizi
sebagai makanan yang layak dikonsumsi, enak dimakan, tidak beracun, dan
memiliki kandungan gizi yang tinggi serta berkhasiat sebagai obat berbagai
macam penyakit.
Jamur tiram merupakan jenis jamur kayu yang awalnya tumbuh
secara alami pada batang-batang pohon yang telah mengalami pelapukan, umumnya
mudah di jumpai di daerah hutan-hutan. Sementara itu di Indonesia sendiri budi
daya jamur tiram baru mulai dirintis sejak lebih kurang tahun 1988. pada waktu
itu petani atau pengusaha jamur tiram masih sedikit sekali. Namun sesuai dengan
laju perkembangan zaman, akhir-akhir ini jamur tiram mulai dilirik untuk dibudidayakan
besar-besaran dengan metode yang lebih sophisticated, yakni tidak mengandalkan
batang pohon yang dinilai tidak efisien melainkan menggunakan hasil rekayasa
teknologi moderen dengan memanfaatkan bahan media tanam dari serbuk kayu
(gergajian), jerami padi dan alang-alang.
Jamur tiram juga dapat tumbuh pada media lain, seperti ampas
tebu, kulit kacang, sabut kelapa, sisa kertas dan lain-lain. Namun sejauh ini,
para pengusaha dan petani jamur lebih suka menggunakan media tanam dari serbuk
kayu dan jerami, karena bahan baku tersebut selain mudah didapat harganya juga
relatif murah.
Diposkan oleh erivaldi di 11.35
Tidak ada komentar:
Posting Komentar