Senin, 18 Agustus 2014

Yonanda Zulfa tak Menyangka jadi Pembawa Baki

http://www.tribunnews.com/nasional/2014/08/18/yonanda-zulfa-tak-menyangka-jadi-pembawa-baki


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yonanda Zulfa, Siswi SMA Bakti Pangkal Pinang, Bangka Belitung terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka alias Paskibraka di tingkat nasional.
Perempuan kelahiran Pangkal Pinang, 26 Juli 1998 itu didaulat sebagai pembawa baki bendera pusaka di Istana Merdeka, Minggu (17/8) sore.
"Baru pagi tadi, saya diberitahu. Pagi, untuk pengibar bendera pembawa baki dari Tim Melati, Juana Gita Medinnas Janis, Parkibraka Putri dari Sulawesi Utara. Saya untuk sore, penurunan bendera," kata gadis berhijab ini saat berbincang-bincang dengan Tribun di Istana Merdeka.
Berbeda dengan Juana Gita, Yonanda tergabung dalam tim mawar Paskibraka. Sukses menjalani tugas, Yonanda seolah tak percaya bila dirinya telah menuntaskan tugas negara di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Ya Allah, tak menyangka bisa jadi pembawa baki. Karena saingannya banyak, terus mereka cantik-cantik. Mereka yang dari Provinsi lain juga tinggi-tinggi. Tapi, kok aku bisa yang terpilih," ucapnya.
Bagi Yonanda, pengalaman sebagai pembawa baki bendera pusaka di Istana Kepresidenan tersebut menjadi kenangan yang sulit dilupakan seumur hidup.
"Itu tadi kenyataan seperti mimpi saja. Ya Allah, pengalaman tadi tak akan dilupain, dan akan dikenang seumur hidup, sampai punya anak dan cucu, sampai jadi nenek-nenek pun akan saya ingat terus," ujarnya dengan banga.
Ia menceritakan, perjuangan untuk menuju Istana tidaklah mudah. Terpilih sebagai perwakilan Bangka Belitung, Yonanda pun harus berjuang ekstra keras demi mendapat tugas sebagai pembawa baki bendera pusaka.
Sebelum tampil di Istana Kepresidenan Yonanda digembleng selama 14 hari. Padahal, untuk menjadi Paskibraka di Istana Kepresidenan dibutuhkan waktu paling sedikit tiga pekan. Untuk itu, Yonanda dan kawan-kawan mesti rela kehilangan jam istirahat.
Yonanda mesti beraktivitas sejak pukul 04.00 WIB. Mereka lalu berlatih dari pagi hingga pukul 18.00 WIB dengan menu latihan lengkap, dan disiplin tinggi.
Tidak hanya itu, komunikasi dengan orangtua terputus lantaran fokus pada latihan. Semua alat komunikasi tidak diperkenankan dibawa Yonanda dan kawan-kawan. Orangtua baru diperkenankan hadir pada hari pelaksanaan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Jelang pelaksanaan upacara penurunan sang saka Merah Putih, Yonanda pun sempat menemui orangtuanya yang berada di pinggir koridor lokasi Paskibraka berbaris. Atas izin pelatih, Ia sempat berfoto sejenak untuk melepas kangen dengan orangtua.
Walau persamuhan berjalan singkat, Yonanda mengaku pertemuan itu menjadi 'vitamin' saat menjalani tugas negara. Bahkan, Ia merasa tidak lagi gugup lantaran telah membuat bangga  orangtuanya.
"Tadi sudah sempat ketemu sebentar. Terharu tadi. Tapi nanti bisa ketemu sama orangtua dan keluarga di penginapan. Jadi bisa lebih banyak waktu untuk saling lepas kangen," urainya. (tribun/malau)






Senin, 18 Agustus 2014 11:28 WIB
Yonanda Zulfa tak Menyangka jadi Pembawa Baki
TRIBUN/DANY PERMANA
Anggota Paskibraka Yonanda Zulfa membawa Bendera Merah Putih untuk disimpan dalam Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2014). Bangsa Indonesia hari ini merayakan kemerdekaannya yang ke-69. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar