Kamis, 03 Juli 2014

SPG / Trauma, Opy Tania lebih enjoy dibonceng motor

http://www.merdeka.com/otomotif/trauma-opy-tania-lebih-enjoy-dibonceng-motor.html



Trauma, Opy Tania lebih enjoy dibonceng motor

Sumber :  | Kamis, 3 Juli 2014 12:21



Trauma, Opy Tania lebih enjoy dibonceng motor
Opy Tania Yusuf (Arsip)
Merdeka.com -
Bernama lengkap Opy Tania Yusuf, model cantik ini ternyata lebih memilih motor sebagai kendaraan harian. Pasalnya menurut model kelahiran Bogor 22 Desember 1994, motor merupakan sarana transportasi tercepat di tengah kemacetan jalan.
"Aku sehari-hari naik motor, soalnya lebih cepat sampai tujuan dibandingkan naik angkot atau mobil. Apalagi tahu sendiri jalan di Bogor gimana, macet dimana-mana karena angkot," ungkap pemilik lingkar dada 32 ini.
Meski motor menjadi pilihannya sehari-hari, Opy mengaku tak berani membawa motor sendiri, tak heran jika dara putih mulus ini lebih memilih untuk dibonceng.
"Trauma naik motor sendiri. Soalnya dulu pernah pas awal-awal belajar nabrak mobil. Spion mobil pecah dan minta ganti. Kebetulan aku enggak megang duit, jadilah handphoneku diminta mereka sebagai uang ganti," kenangnya sambil terkekeh.
Trauma naik motor bukan berarti membuat gadis penyuka dunia modelling ini tak bermimpi untuk memiliki kendaraan pribadi. Motor Honda Scoopy dan mobil Ford Fiesta menjadi pilihannya.
"Aku pingin bisa punya mobil dari hasil keringat aku sendiri. Mobil impian aku Ford Fiesta, soalnya bentuknya mungil dan kelihatannya perawatannya enggak sulit. Kalau motor aku sukanya Scoopy, bentuknya lucu dan beda sama yang lain gitu. Aku kan suka yang lucu-lucu dan mungil," cetusnya.
Saat ditanya mengenai kemacetan di Bogor, sambil mengerutkan dahi Opy menumpahkan kekesalannya."Ah di Bogor sekarang macetnya menandingi Jakarta. Dimana-mana macet, penuh dengan kendaraan pribadi apalagi angkot," keluhnya.
"Menurut aku sistem kredit kendaraan bermotor saat ini terlalu gampang sehingga berimbas tumpahnya kendaraan pribadi di jalan. Jadi menurut aku seharusnya sistem kredit itu harus dipersulit atau diketatin," ungkapnya.
Tak hanya menekankan pada sistem kredit, Opy juga menyarankan agar pemerintah memperbaiki sarana dan prasarana angkutan umum agar penumpang menjadi nyaman dan mulai beralih ke transportasi massal. Dengan memperhatikan kenyamanan penumpang.
"Coba angkota nyamannya kayak naik Alphard, betah deh aku bolak balik terminal-rumah, ha-ha-ha," candanya terbahak, menutup obrolan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar