http://bisnis.liputan6.com/read/2076979/sebelum-lengser-dahlan-kejar-kontruksi-tol-atas-laut-balikpapan
Rencana pembangunan jalan tol atas laut yang digagas oleh perusahaan-perusahaan BUMN terus didorong agar segera direalisasikan.
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku ingin mengejar pembangunan jalan tol di atas laut yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebelum masa jabatannya berakhir 100 hari ke depan.
"Jalan tol di atas laut Balikpapan itu lebih panjang dari yang di Bali dan lebih sulit," kata dia di Jakarta, Sabtu (12/7/2014).
Dahlan mengatakan, sebenarnya ground breaking (peletakan batu pertama) proyek ini bisa dilakukan pada Oktober tahun ini. Akan tetapi lokasi proyek tersebut terkendala karena melintas di kawasan Angkatan Laut.
Dia berharap jika permasalahan ini bisa dirundingkan. Akan tetapi, jika proses perundingan tak bisa dilakukan dengan terpaksa harus mengubah rute jalur tol tersebut.
"Saya sebetulnya kalau bisa negosiasi dengan Angkatan Laut demi proyek itu akan lebih baik. Namun jika sulit mungkin BUMN yang harus mengubah rutenya dan ini harus dibicarakan ulang," terangnya.
Tak hanya itu, Dahlan berharap di masa-masa akhir kerjanya terus mengejar realiasi pembangunan jalur tol Trans Sumatra dan kabel listrik 500 kilovolt (KV). Kemudian, proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, lalu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1.000 Megawatt di Kawasan Berikat Nusantara.
"Itu untuk mengantisipasi listrik di Jawa tahun 2018. Nah kalau bisa ini juga sudah bisa selesai sebelum 100 hari terakhir ini," tukas dia. (Amd/Ndw)
"Jalan tol di atas laut Balikpapan itu lebih panjang dari yang di Bali dan lebih sulit," kata dia di Jakarta, Sabtu (12/7/2014).
Dahlan mengatakan, sebenarnya ground breaking (peletakan batu pertama) proyek ini bisa dilakukan pada Oktober tahun ini. Akan tetapi lokasi proyek tersebut terkendala karena melintas di kawasan Angkatan Laut.
Dia berharap jika permasalahan ini bisa dirundingkan. Akan tetapi, jika proses perundingan tak bisa dilakukan dengan terpaksa harus mengubah rute jalur tol tersebut.
"Saya sebetulnya kalau bisa negosiasi dengan Angkatan Laut demi proyek itu akan lebih baik. Namun jika sulit mungkin BUMN yang harus mengubah rutenya dan ini harus dibicarakan ulang," terangnya.
Tak hanya itu, Dahlan berharap di masa-masa akhir kerjanya terus mengejar realiasi pembangunan jalur tol Trans Sumatra dan kabel listrik 500 kilovolt (KV). Kemudian, proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, lalu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1.000 Megawatt di Kawasan Berikat Nusantara.
"Itu untuk mengantisipasi listrik di Jawa tahun 2018. Nah kalau bisa ini juga sudah bisa selesai sebelum 100 hari terakhir ini," tukas dia. (Amd/Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni)
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
http://bisnis.liputan6.com/read/2077026/masyarakat-ri-kurang-rasa-memiliki-fasilitas-kereta-api
Masyarakat RI Kurang Rasa Memiliki Fasilitas Kereta Api - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2077026/masyarakat-ri-kurang-rasa-memiliki-fasilitas-kereta-api#sthash.CO5sshtY.dpuf
Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 menyatakan pihaknya kerap menerima tindakan vandalisme dari masyarakat. Sikap tak bertanggung jawab ini menyebabkan banyaknya kereta api (KA) yang mengalami kerusakan.
"Tindakan vandalisme seperti pelemparan kaca pakai batu, pencurian besi pengait rel, dan sebagainya masih sering kita temukan sampai saat ini," ungkap Senior Manager Sarana Jakarta KAI, Purnomo kepada Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (13/7/2014).
Dia mengaku, motif pelaku atas vandalisme ini adalah karena keisengan dan kesengajaan semata. Namun tanpa sadar bahwa isengnya itu sangat membahayakan penumpang.
"Rata-rata cuma iseng atau sengaja mereka melakukannya, tapi nggak tahu kalau itu bahaya. Karena ada penumpang yang sampai buta gara-gara pelemparan batu itu, dan uang asuransinya kan nggak bisa ganti kecacatan seumur hidupnya," keluhnya.
Kata Purnomo, KAI juga tak sedikit menanggung kerugian akibat tindakan tersebut. Pasalnya biaya perbaikan, perawatan kian membengkak karena harus mengganti seluruh kaca maupun bodi kereta yang rusak.
"Otomatis anggaran perawatan jadi membengkak, karena kami harus mengganti kaca sesering mungkin. Seharusnya kan setiap satu tahun sekali baru diganti. Juga mengganti blok rel, dan cat bodi kereta," jelas dia.
Dirinya menyebut, harga kaca kereta api cukup mahal. Untuk kaca kereta api kelas eksekutif seharga Rp 500 ribu per satu buah. Sedangkan Rp 100 ribu per satu buah kaca untuk kelas ekonomi.
Guna mengantisipasinya, Purnomo menyatakan pernah mengusulkan penggunaan kawat ram atau kawat ayam pada setiap kaca kereta api. Namun ditentang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
"Kawat ram ditolak YLKI, alasannya mengurangi estetika dari kereta api itu sendiri. Mereka menyebutnya seperti kereta api penjara. Akhirnya untuk melindungi masinis dari lemparan, hanya kaca di samping dan depan masinis saja yang dipasang kawat ram," tandas Purnomo. (Fik/Ahm)
"Tindakan vandalisme seperti pelemparan kaca pakai batu, pencurian besi pengait rel, dan sebagainya masih sering kita temukan sampai saat ini," ungkap Senior Manager Sarana Jakarta KAI, Purnomo kepada Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (13/7/2014).
Dia mengaku, motif pelaku atas vandalisme ini adalah karena keisengan dan kesengajaan semata. Namun tanpa sadar bahwa isengnya itu sangat membahayakan penumpang.
"Rata-rata cuma iseng atau sengaja mereka melakukannya, tapi nggak tahu kalau itu bahaya. Karena ada penumpang yang sampai buta gara-gara pelemparan batu itu, dan uang asuransinya kan nggak bisa ganti kecacatan seumur hidupnya," keluhnya.
Kata Purnomo, KAI juga tak sedikit menanggung kerugian akibat tindakan tersebut. Pasalnya biaya perbaikan, perawatan kian membengkak karena harus mengganti seluruh kaca maupun bodi kereta yang rusak.
"Otomatis anggaran perawatan jadi membengkak, karena kami harus mengganti kaca sesering mungkin. Seharusnya kan setiap satu tahun sekali baru diganti. Juga mengganti blok rel, dan cat bodi kereta," jelas dia.
Dirinya menyebut, harga kaca kereta api cukup mahal. Untuk kaca kereta api kelas eksekutif seharga Rp 500 ribu per satu buah. Sedangkan Rp 100 ribu per satu buah kaca untuk kelas ekonomi.
Guna mengantisipasinya, Purnomo menyatakan pernah mengusulkan penggunaan kawat ram atau kawat ayam pada setiap kaca kereta api. Namun ditentang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
"Kawat ram ditolak YLKI, alasannya mengurangi estetika dari kereta api itu sendiri. Mereka menyebutnya seperti kereta api penjara. Akhirnya untuk melindungi masinis dari lemparan, hanya kaca di samping dan depan masinis saja yang dipasang kawat ram," tandas Purnomo. (Fik/Ahm)
(Agustina Melani)
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2077026/masyarakat-ri-kurang-rasa-memiliki-fasilitas-kereta-api#sthash.CO5sshtY.dpuf
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar