Kamis, 08 Mei 2014

Mimpi Tukang batu dari Blambangan Umpu bagian 1

http://andawardhana.blogdetik.com/2014/04/30/mimpi-tukang-batu-dari-blambangan-umpu/


Mimpi Tukang batu dari Blambangan Umpu bagian 1

Kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan dan pertemuan saya dengan orang yang saya anggap ga biasa, ngelawan pakem kemapanan tapi mapan. Pemikirannya tentang hidup, spiritualitas dan juga kegigihannya membangun kampungnya tercinta.
Tanggal 20 januari, 4 hari menjelang saya bertambah tua. Jam 3 pagi buta saya harus berangkat ke Lampung untuk shooting sebuah acara baru di sebuah stasiun televisi. Jam 6.30 penerbangan kami. Dan mata yang masih kriyep kriyep ini mungkin bisa beristirahat barang sejam atau 2 jam pikir saya.
Perjalanan ke Tanjung Karang akan ditempuh kurang lebih 27 menit sang kapten berbicara di awal keberangkatan kami. Gagal tidorrrr!
Pesawat mendarat jam 7.17. Kami harus menempuh perjalanan 5 jam darat dr Tanjung Karang ke suatu tempat bernama Way Kanan. Ya, Way Kanan! Tempat yang baru pertama kali ini saya dengar. Way Kambas saya tau, tapi Way Kanan? Saya sempat berpikir ada Way Kiri juga hehehe.
5 jam perjalanan kami tempuh dengan encok, pegel dan ngantuk. Supir yang membawa kami mungkin di masa mudanya adalah pembalap. Sekarang saya tau kehebatan para pengemudi lintas sumatera. Kalo kata iklan Marcopolopemberani dan tangguh. Iya Situ berani kita sport jantung. Saya sempat terbangun di daerah Bukit Kemuning. Di sebelah kanan jalan saya bertemu slogan Klinik Tong Fang imitasi yang bersebelahan dengan perumahan warga. Demam TongFang rupanya sudah nyampe sini pikir saya.
Kurang lebih jam 12.30 kamu sampai di suatu daerah bernama Blambangan Umpu. Dimana lagi ini pikir saya. Daerahnya masi belum berkembang. Saya lantas berpikir bahwa saya akan tinggal di rumah penduduk yg sederhana. Hingga mobil yg membawa kami akhirnya berbelok ke sebuah rumah besar, asri dan modern dengan tulisan Faizdafaiz Stone and Gem di kiri gerbang.
e69642bae730c714844b168b2e0021cb_wpid-20130124_124214
ea10e0f2e327477a3d5e7f4c1aa4b429_wpid-20130124_124206
Saya bengong! Seada adanya. Bukan karena asri dan besarnya tempatnya yang ga biasa. Tapi saya bingung kok ada tempat sebagus ini di blambangan umpu, waykanan. Tempat yang denger aja juga baru kali ini. Btw, pertama saya pikir tempat ini adalah hotel. Ternyata rumah hahaha.
Kami lalu beristirahat di gazebo yang terletak di tengah tanah lapang, menunggu sang empunya rumah keluar. Dan akhirnya seorang laki laki berumur sekitar 40an lebih menyambut kami. selamat datang,jauh ya. Dengan lemas kami menjawab serempak.. iya pak. Kami memang kelelahan. Akhirnya saya yang membuka basa basi, karena ternyata kami akan tinggal disana. MR X itu adalah Induk Semang sementara kami .. jeng jeng….
Setelah ditunjukkan kamar kami, kompak satu tim langsung tidur. Enak bener rasanya.
Jam 3 siang kami bangun, mengejar target 4 episode yang harus selesai dalam 4 hari. (Detailnya ntar di episode berbeda yo)
Makan malam dibuka dengan 70 durian yang sudah disiapkan oleh Bang Huda dan keluarga
b3723284eb51509d71b61e1809438fc9_wpid-mtf_qybre_101
Harusnya nama acaranya bukanAnak Anak Alam tetapi Anak Anak Gagal Kurus hahahah.
Setelah makan kami akhirnya tertidur. Jam 9 malam kira kira, saya terbangun bukan karena panasnya cuaca, lebih karena puyengnya kepala mabok duren. Alhasil saya keluar kamar dan nongkrong buat cari ngantuk.
Ferdi cameraman kami masi terbangun rupanya, dia sedang ngobrol dengan abang, meskipun matanya terlihat tak bisa kompromi. Saya datang dan tak berapa lama dia pamit teler.
Pembicaraan malam pertama masi seputar basa basi, Saya cuma Tukang Batu, Anda kata Bang Huda. Iya Tukang Batu yang sukses buanget Bang. Saya selalu ceplas ceplos dan sepertinya Beliau menerima dengan santai hal itu. Saya berpikir bagaimanapun ceplas ceplosnya orang saat disampaikan dengan tulus, orang lain otomatis akan ngerti. Tapi itu menurut saya hehehe.
Pembicaraan kami terhenti jam 11.45 saat ada tamu berkunjung. Dia mengenalkan dirinya sebagai adik dari Bang Huda, Bang Huda sendiri berkata bahwa tamunya adalah salah satu petinggi partai di daerah itu. Mereka pindah ke pendopo dan saya masi bertahan di saung kecil di seberang pendopo. Sendirian. JENG JENG LAGI.
Seseorang lalu menghampiri saya, yang saya tau dia adalah salah satu pegawai Bang Huda dan tinggal dirumah itu pula. Saya masih penasaran dengan Bang Huda ini. Siapa dia sebenernya, apa bisnisnya. sambil sesekali mata tajam saya melihat Bang Huda ngobrol Serius dan memijat tangan Tamunya. Maklum saya lahir dengan darah penasaran yang tinggi. Hehehe.
Dia bercerita banyak tentang kedermawanan beliau. Sedekahnya kuat banget bang katanya. Dia memanggil Bang Huda dengan sebutan Pak Wo. Yang kalo saya simpulkan sendiri artinya Bapak Tuwo( bapak tua ) atau mirip dengan Pakde , anggep saja saya sok tau.:D. Almarhum Eyang angkat saya sendiri juga mempunyai panggilan Pak Wo kucing. Beliau Sesepuh Warok di Ponorogo, tapi artinya orang yang dituakan
Jam 1.30 rombongan tamu pakwo pulang. Dan entah kenapa saya masi terbangun, ngantuk sebenernya tapi pengen bangun. Pakwo kemudian menghampiri saya.. dan obrolan yang menginspirasi itu dimulai.
Obrolan ngalor ngidul kami akhirnya diteruskan dengan pakwo mulai bercerita tentang perjalanan dirinya. bagaimana dia Hijrah mimpi besarnya, dan pencerahan spiritual yang dia dapat di perjalanan hidupnya.
Pakwo memulai kariernya sebagai pegawai di International Company, dia bercerita dia sangat mapan pada waktu itu, gajinya USD ribuan di tahun 90an. Saya ga kebayang sekarang berapa lalu dia mendapatkan penawaran dari perusahaan lain sejumlah lebih besar
Beliau lalu melaporkan kabar gembira ini kepada ibunya yang ada di blambangan umpu. Sang Ibu terdiam, tak mengiyakan dan tak pula berkata jangan. Ibu saya pengen saya kembali ke blambangan umpu kata pakwo. Itu keputusan yang terberat di hidup saya, disatu sisi meninggalkan kehidupan yang mapan dan berkecukupan, disisi lain permintaan Ibunya.
Akhirnya saya memutuskan HIJRAH dari jakarta kembali ke kampung saya dengan menjadi PNS bergaji 300ribu rupiah pada waktu itu. Blambangan Umpu masi kecamatan pada waktu itu. istri saya tinggal di Magelang Anda, maksud saya biar saya membereskan semuanya disini, setidaknya supaya nanti keluarga saya bisa layak dan ga terlalu kaget. seiring waktu dia baru menemukan bahwa di Way Kanan banyak sekali terdapat fossil kayu dan jenis batu batuan yang berguna untuk perhiasan. banyak sekali dan berlimpah kekayaan alam disini.
Awalnya dia memang penyuka batu. sampai akhirnya dia mulai mencoba berbisnis batu. yang menarik dari Pakwo ini bagaimana cara memasarkannya, via website yang ga lazim. ga bisa cerita detail, ntar aja kalo ketemu saya ceritain.
bisnis ini masi ditentang oleh semua orang termasuk keluarganya, dianggap gila karena terlalu berani untuk berbisnis batu perhiasan dari daerah kecil yang antah berantah. Pakwo tetap bersikukuh untuk menjalankan bisnisnya dari blambangan umpu. hingga saat ini dia mempunyai konsumen tetap dari berbagai negara seperti Taiwan, Korea dan Jepang.
c704c2667e3b8c36d79de95e4080a410_wpid-img_20130124_123612
Saya ingin Way Kanan ini juga bisa dilihat sebagai suatu daerah maju di Indonesia dia berkata seriusJarum jam sudah bertengger di angka 2. Entah kenapa semakin seru pembicaraan ini. saya tak menyangka perjalanan saya kesini ternyata bertemu dengan orang yang bisa memberikan pencerahan pada saya begitu besar. ya disini, di daerah kecil bernama Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan
Saya seorang Muslim anda, dalam ajaran saya dikatakan sebaik baiknya orang adalah yang bermanfaat buat orang lain dan saya yakin di dalam agamamu juga pasti ada. dan itu cita cita saya dari sejak jaman kuliah di Jogja dulu.,Saya ingin sekali bermanfaat buat orang lain dia bercerita tentang impiannya membangun panti asuhan anak yatim yang bisa mandiri dan menghidupi yayasan itu sendiri meskipun dia sudah tak ada. Dan itu termasuk menyiapkan ruko, tanah serta pertanian untuk panti asuhan dan sekolah kebidanan yang akan ia bangun.d5cfb27dee013214b8430d73a70581b8_wpid-20130124_025049
Subuh menjelang, dia buru buru pamit masuk untuk melaksanakan sholat subuh. Pembicaraan terhenti. Mungkin memang harus berhenti dulu, beberapa jam lagi saya dan tim harus blusukan hutan untuk shooting acara kami.
Yang saya pelajari malam ini adalah:
1.Bahwa setiap hal besar selalu dimulai dengan langkah berani keluar dari zona nyaman. Hijrah!!! Kalo bahasanya Pakwo, karena setiap Nabi besar, Yesus, Mohammad, bahkan Siddharta Gautama atau orang orang besar lainnya selalu melakukan hijrah untuk mencapai kemantapan mental serta spiritual mereka.
2.Jangan batasi dirimu, karena Tuhan sudah menyiapkan semuanya untukmu. Membatasi dirimu berarti membatasi kuasa Tuhan
3. Ada 2 pilihan dalam hidupmu anda, menjadi bahagia atau mencari jalan untuk bahagia saat kamu mencari terus jalan menuju bahagia pada saatnya nanti kamu tak akan sempat menikmati kebahagiaan itu sendiri. Nikmati setiap hal yang sudah diberikanNya. Dalam susahpun, kita masih bisa bahagia
Nah obrolan malem kedua ntar dulu, satu dulu hehehe
75bb73ff7b446f11cec2043505aa4396_wpid-20130124_124047
Ini foto saya bersama Pakwo di kediamannya di Blambangan Umpu, Way Kanan
@andawardhana
andawardhana24@gmail.com

Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  •  
  • Sphinn
  •  
  • del.icio.us
  •  
  • Facebook
  •  
  • Mixx
  •  
  • Google
  •  
  • E-mail this story to a friend!
  •  
  • TwitThis

8 Responses to “Mimpi Tukang batu dari Blambangan Umpu bagian 1”

  1.    kudaseo Says:
    keren sharingnya bro… :)
  2.    Jasa Beli Barang dari Luar Negeri Says:
    sangat inspiratif mas
  3.    Pondok Mantau Balikpapan Says:
    Inspiasi Luar Biasa.
    Bukan materi yang berlimpah kita jadi hebat, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi orang lain.
    Salam sukses dari Bumi Borneo
  4.    lukmancenter Says:
    wih, bisa ketemu bang anda dimari…
    bener banget bang anda, sekecil apa pun tempat wisata harus nya di bangun infrastruktur yang lancar dan baik. Gak perlu “WAH”, cukup dengan kata ‘baik’, inshaa allah akan banyak yang mengunjunginya…
    Apalagi ada fosil pohon, bukan gak mungkin fosil pohon itu bakalan diboyong sama wisatawan luar… :( Keren lah pokoknya way kanan tu…
    pemerintah tinggallah pemerintah :D
    yang rakyat tetep berjuang sendiri…
    ps: lukmancenter.blogdetik.com
  5.    Melly Feyadin Says:
    Blambangan Umpu itu kan jauh banget mas, Anda :D
    btw, saya ngiler Durennya :D
    jg pesan yg disampaikan, bahwa kita harus berani berubah :)
  6.    Teknoprint Says:
    merinding baca ceritanya sungguh dalam dan bermakna,,,
  7.    FURNITURE ONLINE Says:
    sangat bermakna cerita ini…saya sedikit tahu tentang daerah blambangan umpu-way kanan…kebetulan istri orang sana. Memang disana `surganya` buah duren.
  8.    Servis Kursi kantor & Sparepart Says:
    inspiratiff…lanjut dunk ceritanya. kepingin tahu lebih jauh tentang kehidupan disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar