Mimpi Tukang batu dari Blambangan Umpu bagian 1
Kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan dan pertemuan saya dengan orang yang saya anggap ga biasa, ngelawan pakem kemapanan tapi mapan. Pemikirannya tentang hidup, spiritualitas dan juga kegigihannya membangun kampungnya tercinta.
Tanggal 20 januari, 4 hari menjelang saya bertambah tua. Jam 3 pagi buta saya harus berangkat ke Lampung untuk shooting sebuah acara baru di sebuah stasiun televisi. Jam 6.30 penerbangan kami. Dan mata yang masih kriyep kriyep ini mungkin bisa beristirahat barang sejam atau 2 jam pikir saya.Perjalanan ke Tanjung Karang akan ditempuh kurang lebih 27 menit sang kapten berbicara di awal keberangkatan kami. Gagal tidorrrr!
Pesawat mendarat jam 7.17. Kami harus menempuh perjalanan 5 jam darat dr Tanjung Karang ke suatu tempat bernama Way Kanan. Ya, Way Kanan! Tempat yang baru pertama kali ini saya dengar. Way Kambas saya tau, tapi Way Kanan? Saya sempat berpikir ada Way Kiri juga hehehe.
5 jam perjalanan kami tempuh dengan encok, pegel dan ngantuk. Supir yang membawa kami mungkin di masa mudanya adalah pembalap. Sekarang saya tau kehebatan para pengemudi lintas sumatera. Kalo kata iklan Marcopolopemberani dan tangguh. Iya Situ berani kita sport jantung. Saya sempat terbangun di daerah Bukit Kemuning. Di sebelah kanan jalan saya bertemu slogan Klinik Tong Fang imitasi yang bersebelahan dengan perumahan warga. Demam TongFang rupanya sudah nyampe sini pikir saya.
Kurang lebih jam 12.30 kamu sampai di suatu daerah bernama Blambangan Umpu. Dimana lagi ini pikir saya. Daerahnya masi belum berkembang. Saya lantas berpikir bahwa saya akan tinggal di rumah penduduk yg sederhana. Hingga mobil yg membawa kami akhirnya berbelok ke sebuah rumah besar, asri dan modern dengan tulisan Faizdafaiz Stone and Gem di kiri gerbang.
Saya bengong! Seada adanya. Bukan karena asri dan besarnya tempatnya yang ga biasa. Tapi saya bingung kok ada tempat sebagus ini di blambangan umpu, waykanan. Tempat yang denger aja juga baru kali ini. Btw, pertama saya pikir tempat ini adalah hotel. Ternyata rumah hahaha.
Kami lalu beristirahat di gazebo yang terletak di tengah tanah lapang, menunggu sang empunya rumah keluar. Dan akhirnya seorang laki laki berumur sekitar 40an lebih menyambut kami. selamat datang,jauh ya. Dengan lemas kami menjawab serempak.. iya pak. Kami memang kelelahan. Akhirnya saya yang membuka basa basi, karena ternyata kami akan tinggal disana. MR X itu adalah Induk Semang sementara kami .. jeng jeng….
Setelah ditunjukkan kamar kami, kompak satu tim langsung tidur. Enak bener rasanya.
Jam 3 siang kami bangun, mengejar target 4 episode yang harus selesai dalam 4 hari. (Detailnya ntar di episode berbeda yo)
Makan malam dibuka dengan 70 durian yang sudah disiapkan oleh Bang Huda dan keluarga
Harusnya nama acaranya bukanAnak Anak Alam tetapi Anak Anak Gagal Kurus hahahah.
Setelah makan kami akhirnya tertidur. Jam 9 malam kira kira, saya terbangun bukan karena panasnya cuaca, lebih karena puyengnya kepala mabok duren. Alhasil saya keluar kamar dan nongkrong buat cari ngantuk.
Ferdi cameraman kami masi terbangun rupanya, dia sedang ngobrol dengan abang, meskipun matanya terlihat tak bisa kompromi. Saya datang dan tak berapa lama dia pamit teler.
Pembicaraan malam pertama masi seputar basa basi, Saya cuma Tukang Batu, Anda kata Bang Huda. Iya Tukang Batu yang sukses buanget Bang. Saya selalu ceplas ceplos dan sepertinya Beliau menerima dengan santai hal itu. Saya berpikir bagaimanapun ceplas ceplosnya orang saat disampaikan dengan tulus, orang lain otomatis akan ngerti. Tapi itu menurut saya hehehe.
Pembicaraan kami terhenti jam 11.45 saat ada tamu berkunjung. Dia mengenalkan dirinya sebagai adik dari Bang Huda, Bang Huda sendiri berkata bahwa tamunya adalah salah satu petinggi partai di daerah itu. Mereka pindah ke pendopo dan saya masi bertahan di saung kecil di seberang pendopo. Sendirian. JENG JENG LAGI.
Seseorang lalu menghampiri saya, yang saya tau dia adalah salah satu pegawai Bang Huda dan tinggal dirumah itu pula. Saya masih penasaran dengan Bang Huda ini. Siapa dia sebenernya, apa bisnisnya. sambil sesekali mata tajam saya melihat Bang Huda ngobrol Serius dan memijat tangan Tamunya. Maklum saya lahir dengan darah penasaran yang tinggi. Hehehe.
Dia bercerita banyak tentang kedermawanan beliau. Sedekahnya kuat banget bang katanya. Dia memanggil Bang Huda dengan sebutan Pak Wo. Yang kalo saya simpulkan sendiri artinya Bapak Tuwo( bapak tua ) atau mirip dengan Pakde , anggep saja saya sok tau.:D. Almarhum Eyang angkat saya sendiri juga mempunyai panggilan Pak Wo kucing. Beliau Sesepuh Warok di Ponorogo, tapi artinya orang yang dituakan
Jam 1.30 rombongan tamu pakwo pulang. Dan entah kenapa saya masi terbangun, ngantuk sebenernya tapi pengen bangun. Pakwo kemudian menghampiri saya.. dan obrolan yang menginspirasi itu dimulai.
Obrolan ngalor ngidul kami akhirnya diteruskan dengan pakwo mulai bercerita tentang perjalanan dirinya. bagaimana dia Hijrah mimpi besarnya, dan pencerahan spiritual yang dia dapat di perjalanan hidupnya.
Pakwo memulai kariernya sebagai pegawai di International Company, dia bercerita dia sangat mapan pada waktu itu, gajinya USD ribuan di tahun 90an. Saya ga kebayang sekarang berapa lalu dia mendapatkan penawaran dari perusahaan lain sejumlah lebih besar
Beliau lalu melaporkan kabar gembira ini kepada ibunya yang ada di blambangan umpu. Sang Ibu terdiam, tak mengiyakan dan tak pula berkata jangan. Ibu saya pengen saya kembali ke blambangan umpu kata pakwo. Itu keputusan yang terberat di hidup saya, disatu sisi meninggalkan kehidupan yang mapan dan berkecukupan, disisi lain permintaan Ibunya.
Akhirnya saya memutuskan HIJRAH dari jakarta kembali ke kampung saya dengan menjadi PNS bergaji 300ribu rupiah pada waktu itu. Blambangan Umpu masi kecamatan pada waktu itu. istri saya tinggal di Magelang Anda, maksud saya biar saya membereskan semuanya disini, setidaknya supaya nanti keluarga saya bisa layak dan ga terlalu kaget. seiring waktu dia baru menemukan bahwa di Way Kanan banyak sekali terdapat fossil kayu dan jenis batu batuan yang berguna untuk perhiasan. banyak sekali dan berlimpah kekayaan alam disini.
Awalnya dia memang penyuka batu. sampai akhirnya dia mulai mencoba berbisnis batu. yang menarik dari Pakwo ini bagaimana cara memasarkannya, via website yang ga lazim. ga bisa cerita detail, ntar aja kalo ketemu saya ceritain.
bisnis ini masi ditentang oleh semua orang termasuk keluarganya, dianggap gila karena terlalu berani untuk berbisnis batu perhiasan dari daerah kecil yang antah berantah. Pakwo tetap bersikukuh untuk menjalankan bisnisnya dari blambangan umpu. hingga saat ini dia mempunyai konsumen tetap dari berbagai negara seperti Taiwan, Korea dan Jepang.
Saya ingin Way Kanan ini juga bisa dilihat sebagai suatu daerah maju di Indonesia dia berkata seriusJarum jam sudah bertengger di angka 2. Entah kenapa semakin seru pembicaraan ini. saya tak menyangka perjalanan saya kesini ternyata bertemu dengan orang yang bisa memberikan pencerahan pada saya begitu besar. ya disini, di daerah kecil bernama Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan
Saya seorang Muslim anda, dalam ajaran saya dikatakan sebaik baiknya orang adalah yang bermanfaat buat orang lain dan saya yakin di dalam agamamu juga pasti ada. dan itu cita cita saya dari sejak jaman kuliah di Jogja dulu.,Saya ingin sekali bermanfaat buat orang lain dia bercerita tentang impiannya membangun panti asuhan anak yatim yang bisa mandiri dan menghidupi yayasan itu sendiri meskipun dia sudah tak ada. Dan itu termasuk menyiapkan ruko, tanah serta pertanian untuk panti asuhan dan sekolah kebidanan yang akan ia bangun.
Subuh menjelang, dia buru buru pamit masuk untuk melaksanakan sholat subuh. Pembicaraan terhenti. Mungkin memang harus berhenti dulu, beberapa jam lagi saya dan tim harus blusukan hutan untuk shooting acara kami.
Yang saya pelajari malam ini adalah:
1.Bahwa setiap hal besar selalu dimulai dengan langkah berani keluar dari zona nyaman. Hijrah!!! Kalo bahasanya Pakwo, karena setiap Nabi besar, Yesus, Mohammad, bahkan Siddharta Gautama atau orang orang besar lainnya selalu melakukan hijrah untuk mencapai kemantapan mental serta spiritual mereka.
2.Jangan batasi dirimu, karena Tuhan sudah menyiapkan semuanya untukmu. Membatasi dirimu berarti membatasi kuasa Tuhan
3. Ada 2 pilihan dalam hidupmu anda, menjadi bahagia atau mencari jalan untuk bahagia saat kamu mencari terus jalan menuju bahagia pada saatnya nanti kamu tak akan sempat menikmati kebahagiaan itu sendiri. Nikmati setiap hal yang sudah diberikanNya. Dalam susahpun, kita masih bisa bahagia
Nah obrolan malem kedua ntar dulu, satu dulu hehehe
Ini foto saya bersama Pakwo di kediamannya di Blambangan Umpu, Way Kanan
@andawardhana
andawardhana24@gmail.com
May 6th, 2014 at 11:23
May 7th, 2014 at 00:38
May 7th, 2014 at 07:00
Bukan materi yang berlimpah kita jadi hebat, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi orang lain.
May 7th, 2014 at 08:41
bener banget bang anda, sekecil apa pun tempat wisata harus nya di bangun infrastruktur yang lancar dan baik. Gak perlu “WAH”, cukup dengan kata ‘baik’, inshaa allah akan banyak yang mengunjunginya…
yang rakyat tetep berjuang sendiri…
ps: lukmancenter.blogdetik.com
May 7th, 2014 at 10:00
jg pesan yg disampaikan, bahwa kita harus berani berubah
May 7th, 2014 at 10:39
May 8th, 2014 at 16:21
May 8th, 2014 at 16:25