Rabu, 07 Mei 2014

Lama tak bercinta, istri selingkuh sama 'brondong' hingga hamil

https://id.berita.yahoo.com/lama-tak-bercinta-istri-selingkuh-sama-brondong-hingga-170200721.html


Ketahuan berzina, wanita di Aceh diarak & diperkosa 8 pemuda

MERDEKA.COM. Malang benar seorang wanita berinisial Yus (25) yang dituduh telah melakukan perbuatan zina bersama dengan seorang laki-laki paruh baya berinisial Wah (40) yang telah beristri. Wanita tersebut diperkosa oleh 8 pemuda setempat, kini wanita tersebut terancam hukuman cambuk.

"Saya berharap pasangan mesum yang ditangkap warga itu dihukum cambuk sesuai aturan yang ada, karena mereka telah melanggar syariat Islam melakukan hubungan seksual di luar nikah kata Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latief, Rabu (7/5) pada merdeka.com.

Informasi dihimpun merdeka.com, pada saat ditangkap oleh warga di desa Lhokbani, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa pada Kamis (1/5), sekitar pukul 02.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB, kedua pelaku mesum itu dihakimi oleh massa dengan cara diarak, dipukuli dan dimandikan dengan air selokan dan kemudian diserahkan pada polisi syariah Islam di Kota Langsa.

Sebelum diarak oleh warga, wanita yang tertangkap mesum dangan pria beristri itu terlebih dahulu diperkosa oleh 8 pemuda setempat dan telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Kota Langsa. Satu di antaranya bahkan masih berusia 13 tahun ikut juga melakukan pelecehan seksual dan melakukan pemerkosaan pada wanita malang itu.

"Pelaku pemerkosaan itu harus dihukum juga, akan tetapi dihukum dalam pengadilan pidana," jelas Ibrahim Latief.

Saat diminta konfirmasi pada Kapolres Kota Langsa, AKBP Hariadi mengatakan saat ini pihaknya telah menangkap pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap wanita yang dituduh berbuat zina itu.

"Kita telah menangkap 3 orang dari 8 orang, ketiga pemuda itu warga Lhokbani, yaitu, ML (28), Zu (21) dan seorang tersangka dibawah umur CS (13)," kata Kapolres Langsa AKBP Hariadi.

Dikatakannya, sisa pemuda sebanyak 5 orang lagi saat ini masih sedang diburu oleh petugas. Hariadi meminta kepada pelaku agar bisa segera bisa menyerahkan diri pada pihak kepolisian.

"Saya minta keluarga pelaku untuk bisa segera meminta untuk segera menyerahkan diri kelima pemuda tersebut," pintanya.
Sumber: Merdeka.com

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Siapa Capres yang Ditolak SBY Karena Ingin Menasionalisasi Aset Asing?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Secara mengejutkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirim pesan penolakannya terhadap kandidat calon Presiden (Capres) tertentu.
Dalam wawancara di Youtube yang dikutip Tribunnews.com, Rabu (7/5/2014), SBY mengaku tidak akan mendukung Capres yang janjinya muluk-muluk yang pada akhirnya jika terpilih nanti tidak bisa membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat.
SBY lalu mencontohlan soal janji seorang Capres saat kampanye yang ingin menasionalisasi seluruh aset asing di Indonesia.
"Selama ini (janji Capres) yang berbahaya misalnya Calon Presiden yang mengatakan kalau saya terpilih menjadi presiden maka semua aset asing dinasionalisasi, kita ambilalih," kata SBY.
Barangkali, menurut SBY, dengan retorika seperti itu dianggap oleh rakyat sebagai calon pemimpin tegas dan hebat karena nasionalismenya tinggi. Namun kalau yang bersangkutan terpilih menjadi presiden lalu bagaimana menasionalisasi semua aset asing yang perjanjiannya dilakukan sejak era Presiden Soekarno dan era Presiden Soeharto hingga sekarang.
"Kalau hari ini semua aset asing di Indonesia itu dinasionalisasi  maka besok kita akan dituntut di arbitrase internasional, lusa kita bisa kalah dan kalahnya kita itu akan memporak-porandakan perekonomian dan dampaknya akan dahsyat," kata SBY.
Karena itu, SBY menegaskan kalau ada Capres yang bersikukuh mengatakan mau menasionalisasi aset asing di Indonesia maka dia tidak akan memilihnya dan tidak akan mendukung sebab dampaknya membawa malapetaka di negeri ini. Nah siapa kandidat Capres yang dimaksudkan SBY?
Yang jelas dalam pemberitaan New York Times pada 26 Maret 2014 lalu  Prabowo Subianto dianggap mengancam kepentingan Amerika Serikat (AS) di Indonesia jika terpilih presiden sebab AS punya banyak perusahaan besar yang ada di Indonesia. 
Seperti diketahui bahwa Amerika Serikat memiliki banyak perusahaan besar dunia di Indonesia seperti Freeport di Papua.
"Prabowo lulusan program pelatihan militer Amerika pada tahun 1980 dan merupakan pengagum Amerika Serikat telah  bertahun-tahun lamanya ingin bertemu dengan para pejabat tingkat tinggi Amerika namun sejauh ini Amerika Serikat masih keberatan," tulis Joe Cochrane di New York Times, 26 Maret 2014, lalu.



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx





Lama tak bercinta, istri selingkuh sama 'brondong' hingga hamil

MERDEKA.COM. M (40), karyawan pergudangan di Kosambi, Kabupaten Tangerang memergoki istrinya, W (30) sedang bercinta dengan 'berondong'nya, D (23) di kontrakannya Gang Parit, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. M mengaku sudah lama tak memberi nafkah batin kepada istrinya tersebut.

"Saya punya anak satu berumur delapan tahun, dan sudah lama tak memberikan nafkah batin," ujar M usai melaporkan istri dan selingkuhannya di Polsek Cipondoh, Rabu (7/5).

M yang sudah jengah dengan kecurigaan atas perselingkuhan istrinya, sengaja pulang ke kontrakan lebih awal. Kecurigaan M terbukti setelah memergoki W sedang berhubungan layaknya suami istri dengan D.

"Saya kan kerja di Kosambi, berangkat pagi pulang malam, jadi tidak bisa mengawasi istri saya sepenuhnya. Beberapa bulan ini juga sikapnya mulai berubah, saya jadi curiga," jelas M

Sementara itu, Kapolsek Cipondoh Kompol Maryanto membenarkan adanya peristiwa perselingkuhan antara W dan D yang dilaporkan suaminya, M. Dalam pemeriksaan sementara, keduanya mengaku sudah sering berhubungan badan.

"Bahkan W mengaku hamil," jelas Maryanto.

Menurut Maryanto, kasus itu hendak diselesaikan secara musyawarah, namun tidak berhasil sehingga dilimpahkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Tangerang.

"Pasal yang disangkakan adalah Pasal 284 KUHP tentang perzinahan," tutur Maryanto.
Sumber: Merdeka.com









Tidak ada komentar:

Posting Komentar