Rabu, 30 April 2014

Mantan Petinggi Kemenlu Tunjuk Hidung Megawati dan SBY / Davina Veronica Beberkan Bahayanya Konsumsi Daging Anjing

https://id.berita.yahoo.com/mantan-petinggi-kemenlu-tunjuk-hidung-megawati-dan-sby-095745839.html

Mantan Petinggi Kemenlu Tunjuk Hidung Megawati dan SBY

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri Sudjadnan Parnohadinigrat menyebut semua proses yang dijalankan dalam pelaksanaan 12 kegiatan seminar dan konferensi internasional 2004-2005 merupakan perintah dua Presiden RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 kegiatan ini menuturkan, pada Oktober 2003 dia bersama Nur Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri (Menlu) saat itu dipanggil Mega ke Istana Negara.
Saat itu Mega memerintahkan Deplu menyelenggarakan sekitar 6 kegiatan intenasional. Surat Keputusan (SK) pengangkatan Sudjadnan juga ditandatangani Megawati.
Setelah itu Sudjadnan bersama sejumlah diplomat Indonesia melobi puluhan Duta Besar dan Menlu negara sahabat. Mereka pun akhirnya bisa hadir pada kegiatan 2004. Ia mengaku karena kondisi saat itu Indonesia sedang dalam mengalami musibah nasional terkait Aceh yang terancam lepas dari pangkuan Bumi Pertiwi karena GAM.
"Anggaran baru ada satu minggu sebelum kegiatan. Masa saya harus telpon dubes dan menlu puluhan negara untuk batalkan padahal mereka sudah siap hadir. Tidak mungkin. Mau taruh di mana muka Indonesia. Apa yang saya lakukan waktu itu adalah perintah negara, perintah presiden. SK dari Bu Mega ada," kata Sudjadnan menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Setelah Pemilu 2014, tampuk presiden dimenangkan dan dipegang Presiden SBY. Apalagi saat SBY baru naik, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tertimpa bencana tsunami.
Di era Presiden SBY juga sedang gencar memerangi terorisme. Sudjadnan dan Hassan Wirajuda kembali dipanggil ke Istana Negara.
Sang presiden, kata Sudjadnan pun memerintahkan hal yang sama agar Deplu tetap menyelenggarakan sidang dan konferensi internasional. SK penyelenggaraan pun diteken SBY. Dalam kondisi seperti itu, Deplu sudah tidak bisa melakukan lelang. Karena penyelenggaran sidang/konferensi internasional sudah sangat mepet waktunya. Sedangkan para dubes, menlu, dan stakeholder dari negara sahabat sudah siap hadir.
"Dalam penyelenggaraan Tsunami Summit Indonesia memperoleh dana dari negara donor sebesar USD4 miliar atau Rp44 triliun. Apa yang saya korupsi? Kalau ada aturan pelelang yang dilanggar iya, tapi ini kondisi dan perintah negara untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Saya tidak mengambil uang negara sepersen pun," ujarnya.
Baca Juga:


Davina Veronica Beberkan Bahayanya Konsumsi Daging Anjing

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengonsumsi daging anjing dengan alasan kesehatan, tentu di luar dari kebiasaan, dianggap Davina Veronica, sebagai omong kosong. Menurutnya, tidak ada penelitian yang membuktikan mengonsumsinya dapat berkhasiat sebagai anti radang, meningkatkan vitalitas pria, apalagi sebagai efek menghangatkan di musim dingin.
Aktivis pecinta binatang itu menunjukkan riset, yang dilakukan WHO pada 2008 silam. Mereka menyoroti perdagangan daging anjing untuk konsumsi manusia sebagai faktor kontributif terhadap penyebaran rabies di Indonesia.
"Anjing bukan hewan yang pantas dimakan, fakta kesehatannya pun bisa diperlihatkan. Anjing itu bukan untuk makanan," ucapnya, Rabu, (30/4/2014), di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Sebab, lanjut dia, metode memasok anjing untuk dagingnya bervariasi. Namun, di seluruh Asia, anjing untuk diambil dagingnya sebagai konsumsi biasanya diperoleh dari jalanan.
Anjing-anjing yang dikumpulkan dari jalanan tidak diketahui penyakit dans status vaksinasinya. Pun tidak dilakukan pemeriksaan. Selain rabies, konsumsi anjing yang tidak terdeteksi latar belakangnya bisa menyakibatkan kolera dan trikinelosis.
Bersama Animal Friends Yogya (AFJ), dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Davina, selaku Ketua Komunitas Garda Satwa Indonesia (GSI) itu pun kemudian tergerak untuk mengampanyekan anjing bukanlah makanan karena prosesnya yang mengerikan. Anjing diikat dan dipukul sampai tewas.
"Banyak kasus penganiayaan anjing yang telah melalui batas kemanusiaan. Kami tergerak karena hati nurani," ucapnya.
Baca Juga:

'Obral' pelacur lokal di Legian / Pelacur lokal di Legian lebih suka dikencani bule

Pelacur lokal di Legian lebih suka dikencani bule

MERDEKA.COM. Bali menjadi surga para pelancong baik lokal maupun mancanegara. Pantai dan keindahan alam Bali yang eksotik memiliki daya tarik tersendiri.

Saban pagi hingga sore menjelang, pelancong bule mulai berjemur di Pantai Kuta. Mereka hanya mengenakan celana dalam dan kutang. Ada juga yang tidur berjemur tanpa menggunakan bra dengan posisi tengkurap. Aktivitas seperti itu sudah biasa di Bali.

Namun di balik sisi Eksotiknya, Bali juga menyimpan masalah sosial. Sejak menjamurnya para pelancong, prostitusi juga mulai menjamur di tempat ini. Seperti misalnya daerah Nusa Dua, di sana para pemburu birahi dimanjakan wanita lokal dalam akuarium.

Pelacur-pelacur asal Indonesia itu menjadi buruan para pelancong bule maupun Timur Tengah. Satu jam tarifnya bermacam-macam. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Kalau di Nusa dua Rp 500 ribu," kata Lana, 30 tahun sopir taksi merangkap calo pelacur di Legian saat berbincang dengan merdeka.com, Senin dini hari lalu.

Lana lantas menawarkan pelacur lokal di Legian. Tarifnya Rp 400 ribu satu jam atau sekali kencan. Dia menjamin pelacur dagangannya belum pernah ditiduri oleh turis bule. Usianya pelacur tersebut 20 sampai 22 tahun.

"Saya nggak ambil disini, ada nggak jauh dari sini hanya 10 menit. Tinggal pilih dalam mobil, kalau nggak cocok tidak apa-apa," ujarnya menawarkan.

Lana mengakui jika di pelacur di kawasan Legian memang tidak cocok bagi orang Indonesia. Selain bekas ditiduri turis bule, pelacur lokal itu juga jarang berminat dengan orang Indonesia. Alasannya masuk akal, orang Indonesia beda ukuran dengan orang bule.

Selain Lana, Gede, 50 tahun juga merupakan calo pelacur lokal di legian. Dia mangkal untuk menjual jasa ojek tidak jauh dari Padies Pup. Sampingannya menjadi calo pelacur lokal. Bagi Gede, dia tidak memungkiri jika pelacur lokal di Legian memang sudah tidak lagi seorsinil aslinya.

"Kalau disini memang semuanya bekas Bule," kata dia.

Omongan Lana dan Gede memang bukan isapan jempol jika kebanyakan pelacur lokal lebih doyan dengan bule. Selain berkantong tebal, 'milik' mereka juga diyakini besar. Seperti penelusuran merdeka.com di Legian. Lima orang pelacur sejak pukul 12.00 WITA berdiri di samping tembok dekat sebuah kelab. Mereka menanti bule keluar dari kelab itu. Dengan senyum manis dan pakaian serba seksi, mereka merayu setiap Bule lelaki melintas.

Selain menawarkan diri, pelacur itu juga dijajakan oleh calo di sepanjang Legian. Wina, salah satu pelacur menawarkan jasa menjualkan diri selama satu jam Rp 500 ribu. Dia ogah untuk menurunkan harga, meski beberapa bule memintanya Rp 400 ribu untuk sekali kencan.

"Rp 500 mau nggak," katanya saat dirayu.
Sumber: Merdeka.com





'Obral' pelacur lokal di Legian

MERDEKA.COM. Malam kian larut di Jalan Legian, Kuta, Bali. Namun aktivitas di sini terus berdenyut hingga pukul empat dini hari. Makin malam, suasana semakin liar. Pelancong luar negeri dari berbagai negara seliweran di Legian. Tak terkecuali pelancong lokal dan Asia. Mereka mencari kesenangan, atau sekedar minum alkohol di Bar yang ada hingga dalam gang di kawasan Legian hingga pantai Kuta.

Dibalik dentuman musik malam kawasan Legian, banyak pelacur lokal menjajakan diri. Tidak hanya pelacur yang terang-terangan mangkal, sopir taksi dan tukang ojek bisa menyediakan pelacur lokal. "Cewek om," kata Lana, 30 tahun seorang sopir taksi saat menawari merdeka.com.

Lana mematok tarif tidur dengan pelacur asal Bali Rp 400 ribu. Tarif itu sudah sekaligus kamar selama 1 jam. "Rp 400 ribu 1 jam, dijamin cantik-cantik," ujarnya setengah memaksa. Selain pelacur, Lana juga menawarkan Ekstasi untuk pesta di Club. Satu butir dia menawarkan seharga Rp 500 ribu.

Begitu pekerjaan sambilan sopir taksi dan tukang ojek di kawasan Jalan Legian. Mulai dari Ujung jalan hingga masuk di kawasan Legian, hampir semua tukang ojek menawarkan wanita.
Awalnya hanya menawarkan jasa angkutan, jika tidak di respons, jual pelacur akan terlontar dari bibirnya. "Nyari cewek? Ayo ada nih," teriak tukang ojek di ujung Jalan Legian.

Made, 50 tahun, tukang ojek asal Karang Asem menawarkan untuk tidur dengan pelacur lokal. Harganya lebih murah dibanding dengan Lana, dia mematok untuk tidur sejam dengan pelacur lokal Rp 350 ribu. Made boleh dibilang tipikal memaksa, dia terus mengejar untuk menawarkan pelacur dagangannya.

"Ada kalo mau yang lokal, tapi tidak disini," kata Made. Dia lantas menyuruh merdeka.com naik sepeda motornya. Tidak berselang lama, dia langsung menancap kuda besinya menuju ke kawasan perbatasan daerah Seminyak.

Waktu tempuh dengan sepeda motor ke kawasan seminyak sekitar sepuluh menit. Memutari Kawasan Legian dengan melewati gang hingga ujung Jalan Legian. Disana, pelacur dagangan Made berkumpul di sebuah losmen. Ada tiga kamar di losmen itu. Seorang pria berbadan tegap dan sangar menunggu di pintu masuk losmen. Sedangkan satu pria lagi menunggu di pinggir jalan untuk memastikan pelacur masih tersedia.

"Ada," kata pria itu kepada Made. Dia lantas mengantarkan masuk ke dalam losmen. Disana ada tiga pelacur duduk di bangku depan kamar. Mereka merokok sambil memainkan seluler. "Ayo mas," kata wanita berambut lurus dengan kulit kuning langsat menawarkan layanan ranjangnya kepada merdeka.com.

Selain di Losmen itu, Made punya chanel lain pelacur dagangannya. Selepas dari Losmen, Made mengantarkan ke sebuah minimarket di Jalan Dewi Sri. Disana sebuah mobil Toyota Avanza Silver terparkir. Di dalamnya ada tujuh pelacur menunggu untuk diajak tidur. Semuanya kata Made wanita lokal asal Bali. Sebelum sampai kesana, Made menjamin pelacurnya cantik dan montok. Dia juga menjamin, belum pernah ditiduri oleh bule.

Made lantas memberikan kode kepada pria di depan minimarket. Dengan oboral singkat memakai bahasa Bali, pria itu menunjuk ke mobil Avanza.

"Nih mas, katanya dia mau kencan sama cowok ganteng kaya mas," kata wanita di dalam mobil sambil menujuk temannya yang kebetulan duduk dibangku paling depan.

Omongan Made ternyata bohong. Pelacur di dalam Avanza itu sedang ditawar oleh Bule. Kebetulan saat itu seorang bule lelaki paruh baya sedang bernegosiasi untuk tidur dengan pelacur. Dia diantarkan oleh dua tukang ojek. Saat ada kesepakatan harga, pelacur bewajah cantik dengan tubuh aduhai itu lantas dibawa oleh bule itu menuju ke arah Jimbaran.
Sumber: Merdeka.com

Cantiknya, Victoria f(x) Nikmati Musim Panas Saat Pemotretan di Bali / Aktivis 98 Tolak Prabowo Jadi Capres

https://id.she.yahoo.com/cantiknya-victoria-f-x-nikmati-musim-panas-saat-083300266.html

Cantiknya, Victoria f(x) Nikmati Musim Panas Saat Pemotretan di Bali

DREAMERSRADIO.COM - Salah satu pulau kebanggan Indonesia, Bali kembali menjadi tujuan photoshoot para selebriti  Korea Selatan. Setelah Lee Hyori, Gain BEG, dan Lee Dahee, kini giliran salah satu member f(x), Victoria yang gantian mengunjungi Bali.
Victoria diketahui telah berkunjung ke Bali pada akhir Maret lalu untuk melakuan pemotretan untuk majalah Singles edisi bulan Mei. Dalam pemotretannya tersebut, Victoria tampil eksotis sambil berpose menikmati suasana musim panas yang pas dengan cuaca di pulau Dewata tersebut.
Dalam salah satu shoot, Victoria terlihat menikmati suasana musim panas dengan latar pantai biru cerah sambil mengenakan Floral Maxi Dress dengan potongan v rendah di bagian belakang.
Di foto selanjutnya, mantan istri virtual Nichkhun 2PM ini juga terlihat mengenakan outfit sheer sleevless top yang dipadukan dengan bawahan daisy dukes yang identik dengan musim panas, ditambah aksesoris kacamata model semi cat-eye.
Ada juga pose di mana Victoria mengenakan blazer dan celana floral dengan motif yang sama. Meski terlihat formal, namun tetap memberikan kesan musim semi dan musim panas, apalagi dengan latar pemandangan Bali yang mewah.
Secara keseluruhan, semua outfit yang dikenakan Victoria terdapat sentuhan spring dan summer karena motif floral dan warna-warnanya yang begitu cerah. Mana pose Victoria favoritmu, Dreamers?
(NDY/ctr/photo: Singles)
Berita Lainnya :



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Aktivis 98 Tolak Prabowo Jadi Capres

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Nasional Aktivis 1998 (Pena 98) menolak keras pencalonan bekas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menjadi presiden RI.
Menurut Pena 98, Prabowo Subianto harus bertanggung jawab atas kasus penculikan aktivis yang terjadi dalam kurun waktu 1997-1998.
"Kami Pena 98 dari 12 provinsi meminta dengan tegas agar Prabowo Subianto tidak menjadi calon presiden RI di Pemilu Presiden 2014," ujar Roy Simanjuntak, aktivis 98 dari DKI Jakarta, saat memberikan keterangan pers di LBH Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Sikap Pena 98 tersebut, ujar Roy, didasari oleh lima faktor. Pertama, Prabowo harus bertanggung jawab atas kasus penculikan aktivis. Roy meminta Prabowo bertanggung jawab karena hingga sekarang keluarga korban tidak tahu harus mencari ke mana mereka yang hilang.
"Jika masih hidup di mana mereka, jika sudah ditembak, dimana kuburannya," kata dia.
Kedua, Ketatapan MPR Nomor V tahun 2000 tentang persatuan dan kesatuan nasional yang memandatkan upaya penegakan kebenaran dan mengungkapkan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran HAM pada masa lampau.
Tap MPR tersebut diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM dimana disebutkan bahwa dalam pelanggaran HAM berat komandan militer atau seorang yang efektif bertindak sebagai komanda militer dapat dimintai petanggung jawaban tindak pidana di dalam yurisdiksi pengadilan HAM.
"Ketiga Prabowo harus bertanggungjawab atas kerusuhan Mei 1998 yang menjadi tragedi memilukan bangsa ini. Sampai saat ini tidak pernah diungkap siap yang memprovokasi pembakaran, pemerkosaan massal dan pemicu konflik horisontal di kalangan sipil ke meja hijau," kata dia.
Keempat, Pena 98 menilai Prabowo adalah bagian dari orde baru. Kelima, mengenai kewarganegaraan ganda Prabowo yakni Indonesia dan Yordania.
Menurut Pena 98, hal tersebut patut dipertanyakan karena Prabowo mengaku nasionalis sejati namun ternyata memiliki kewarganegaraan ganda.
Baca Juga: