Jumat, 13 Desember 2013

Korban Asusila Sitok Minta Diperiksa di Luar Polda


Posted: 13/12/2013 14:55
Korban Asusila Sitok Minta Diperiksa di Luar Polda
Wanita yang di duga (RW) Korban pelecehan seksual datangi Polda Metro Jaya dengan wajah tertutup untuk mejalani pemeriksaan. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Liputan6.com, Jakarta : Mahasiswi Universitas Indonesia (UI) RW (22) yang menjadi korban asusila sastrawan Sitok Srengenge, telah diperiksa polisi di Mapolda Metro Jaya. Ia mengeluhkan lokasi pemeriksaan yang tidak kondusif.
"Menurut pihak korban, lokasi pemeriksaan terlalu ramai. Terlebih lagi, korban masih dalam keadaan tertekan," ujar Kepala Bidang Humas Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Menurut Rikwanto, korban meminta polisi melakukan pemeriksaan di luar Polda agar ia bisa memberi kesaksian lebih leluasa. "Tempat dan waktu pemeriksaan masih dikoordinasikan lebih lanjut. Soalnya korban tidak mau terganggu pihak lain," tambah Rikwanto.
Pemeriksaan pada Kamis 12 Desember kemarin diperkiraan memakan waktu lama, namun selesai hanya dalam waktu 2 jam. Akibatnya, belum didapatkan bukti-bukti yang kuat untuk menjerat Sitok. (Mut/Ism)






Korban Asusila Sitok Srengenge Trauma, Pemeriksaan Distop

Posted: 12/12/2013 16:07
Korban Asusila Sitok Srengenge Trauma, Pemeriksaan Distop
(Liputan6.com/Johan Tallo)
Liputan6.com, Jakarta : Pemeriksaan terhadap RW (22) korban yang juga pelapor kasus asusila yang diduga dilakukan sastrawan Sitok Srengenge dihentikan. Pemeriksaan korban yang melaporkan kasus pidana perbuatan tidak menyenangkan itu hanya berlangsung sekitar 2 jam saja.
"Pemeriksaan tidak bisa dilanjutkan. Sepertinya pemeriksaan lanjutan akan dilakukan Selasa depan," kata pengacara RW, Iwan Pangka, usai mendampingi kliennya diperiksa di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (12/12/2013).
Iwan menyatakan, pemeriksaan kliennya terpaksa dihentikan dan tidak bisa dilanjutkan karena RW mengalami trauma psikis.
"Hari ini kami memenuhi panggilan penyidik unit 3 Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. RW diperiksa sebagai saksi pelapor," kata Iwan.
Iwan menambahkan, dalam pemeriksaan 2 jam tadi, RW hanya menjawab pertanyaan awal soal identitas diri. Namun RW sudah tidak bisa melanjutkan pemeriksaan. Iwan pun menyebut RW hampir pingsan. Dan saat berhadapan dengan awak media meskipun mukanya sudah ditutupi. (Ism/Yus)






Hamil 7 Bulan, RW Tak Sudi Dinikahi Sastrawan Sitok Srengenge

Posted: 12/12/2013 15:56
Hamil 7 Bulan, RW Tak Sudi Dinikahi Sastrawan Sitok Srengenge
(Liputan6.com/Johan Tallo)
Liputan6.com, Jakarta : RW, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) yang diduga menjadi korban asusila dari sastrawan Sitok Srengenge memenuhi panggilan kepolisian siang tadi. RW menuntut Sitok mempertanggungjawabkan tindakan asusila yang dituduhkan pada pria yang telah beranak dan beristri itu.
Namun kepada pengacaranya, RW menyatakan, tak sudi untuk dinikahi sang sastrawan. "Korban (RW) tidak sudi dinikahi oleh Sitok," kata pengacara RW, Iwan Pangka di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
"Tidak, klien kami nggak sudi dinikahi pelaku, secara keberadaannya menghancurkan korban," tegasnya.
Iwan menyatakan, pihaknya akan memperkarakan kasus asusila tersebut secara pidana dan perdata. Selain itu, Sitok juga harus meminta maaf secara pribadi kepada RW dan keluarganya, serta kepada seluruh civitas akademika UI.
"Ini klien kami korban perkosaan lho. Kami meminta Sitok harus meminta maaf kepada keluarga korban, kepada kampus dan kepada dunia seni yang sudah dicoreng olehnya. Dan harus bertanggung jawab dan dihukum berat," ucapnya.
Lalu bagaimana dengan janin berusia 7 bulan yang kini tengah dikandung RW? "Itu janinnya, selanjutnya akan ada langkah-langkah perdata untuk janin kandungan RW," pungkas Iwan.
Pada Jumat 29 November lalu, Sitok dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh RW karena dianggap tidak bertanggung jawab dan diduga melakukan intimidasi dan asusila terhadap RW. Ia mengadukan Sitok dengan Pasal 351 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. (Ndy/Yus)





Tutupi Wajah, Korban Asusila Sitok Srengenge Datangi Polda

Posted: 12/12/2013 14:09
Tutupi Wajah, Korban Asusila Sitok Srengenge Datangi Polda
(Liputan6.com/Taufiqurrohman)
Liputan6.com, Jakarta : RW, korban yang juga pelapor kasus asusila yang diduga dilakukan sastrawan Sitok Srengenge akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya. Korban yang didampingi pengacaranya terus menunduk dan menutupi wajah.
Pantauan Liputan6.com di Mapolda Metro Jaya, RW datang sekitar pukul 13.46 WIB, Kamis (12/12/2013). Dengan mengenakan busana batik coklat kemerahan, RW terus menutupi kepalanya dengan kerudung biru.
RW datang diantar pengacara dan beberapa wanita. Saat tiba, RW berlari dan langsung memasuki ruangan penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Beberapa jam sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan, RW dijadwalkan datang pukul 12.00 WIB untuk dimintai keterangan sebagai pelapor. Sedianya pemeriksaan dilakukan pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Laporan perbuatan tak menyenangkan, kasus pasal 335. Hari ini sesuai panggilan untuk hadir, konfirmasi terakhir saudari RW akan datang pukul 12.00 WIB. Sudah konfirmasi kepada penyidik," kata Rikwanto. 



Selidiki Ospek Maut ITN Malang, Polisi Bentuk Tim Khusus


Posted: 13/12/2013 14:20
Selidiki Ospek Maut ITN Malang, Polisi Bentuk Tim Khusus
(Liputan6 TV)
Liputan6.com, Malang : Polsek Sumbermanjing Wetan melimpahkan berkas penanganan kasus ospek maut Institut Teknologi Nasional (ITN) yang menewaskan Fikri Dolasmantya Surya ke Polres Malang. Selanjutnya, polisi membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.
"Siang ini juga pelimpahan penanganan dari Polsek ke Polres. Dibentuk tim khusus untuk menelusuri masalah ini," kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elfiandari, saat dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Jumat (13/12/2013).
Pelimpahan penanganan ini menyusul telah diselesaikannya pemeriksaan 7 saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis 12 Desember. Sedangkan tim khusus di bawah koordinasi Sat Reskrim Polres Malang.
Penyelidikan kasus ini awalnya ditangani Polsek Sumbermanjing Wetan. Bermula dari laporan Panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Jurusan Planologi ITN Malang ke Polsek bahwa ada peserta meninggal dunia pada 12 Oktober.
"Laporan masuk ke Polsek tentang orang meninggal dunia karena kegiatan kemah bakti desa," ucap Ni Nyoman.
Disinggung mengenai pernyataan pihak Polri yang menyebut memiliki rekaman tindakan kekerasan selama kegiatan ospek, Ni Nyoman enggan menjawabnya.
"Kalau soal itu saya tak bisa menjawabnya, bukan kewenangan saya lagi," ujar Ni Nyoman.
Ia juga membantah informasi yang menyebut kepolisian telah mengundang pihak keluarga almarhum Fikri untuk dimintai keterangan. "Belum ada itu, baru saksi-saksi dari panitia kegiatan," ungkap Ni Nyoman. (Mut/Yus)

Semburan Air Raksasa Satelit Yupiter Europa, Pertanda Kehidupan?

SAINS


Posted: 13/12/2013 12:26
Semburan Air Raksasa Satelit Yupiter Europa, Pertanda Kehidupan?
(bbc.co.uk)
Liputan6.com, San Francisco : Teleskop luar angkasa Hubble mengabadikan penampakan luar biasa di angkasa: satelit Yupiter (Jupiter), Europa diduga kuat menyemburkan uap air.
Satelit keenam planet terbesar di Tata Surya yang diselimuti es selama ini dianggap sebagai salah satu tempat terbaik untuk menemukan kehidupan asing di luar Bumi.
Gambar dari Teleskop Hubble menunjukkan, surplus hidrogen dan oksigen di belahan selatan (hemisphere) Europa. Jika terkonfirmasi benar itu adalah semburan uap air, maka, hal tersebut mempertinggi harapan bahwa laut bawah tanah Europa dapat diakses dari permukaannya. Pada masa depan, sebuah misi bisa dilakukan untuk menunjukkan apakah ada kehidupan di sana.
Kepala ilmuwan planet NASA, Dr James Green mengatakan, keberadaan air membuat para ahli berspekulasi Europa bisa jadi menopang kehidupan. "Semburan itu sangat menarik jika memang benar keberadaannya -- ikut mengangkat material dari lautan. Mungkin, ada molekul organik di permukaan Europa," kata dia, seperti dikutip dari BBC, Jumat (13/11/2013).
Temuan tersebut dilaporkan dalam pertemuan ahli geologi dunia, American Geophysical Union (AGU) Fall Meeting di San Francisco, California, Amerika Serikat.
Ilmuwan menemukan air mancur raksasa dalam foto-foto yang diambil Hubble pada November dan Desember tahun lalu. Juga dalam gambar yang lebih tua dari tahun 1999.
Para ahli juga menemukan, air terpecah menjadi hidrogen dan oksigen di wilayah kutub selatan Europa.
"Semburan itu konsisten berupa 200 kilometer gumpalan uap air," kata penulis studi dalam jurnal Science, Lorenz Roth dari Southwest Research Institute, San Antonio, Texas. Lebih dari 20 kali ketinggian Gunung Everest -- gunung tertinggi dunia dengan puncak menjulang setinggi 8.848 meter.
Setiap detik, sekitar 7 ton material dilepaskan dari permukaan Europa. "Jumlahnya sangat luar biasa," kata Dr Kurt Retherford, juga dari Southwest Research Institute.
"Itu bergerak dengan kecepatan 700 meter per detik... Semua gasnya keluar dan hampir seluruhnya kembali ke permukaan. Tidak sampai lolos ke luar angkasa.
Semburan tersebut hanya sementara, sekali muncul hanya sekitar 7 jam. Puncaknya terjadi saat Europa berada dalam jarak terjauhnya dengan Yupiter. Dan lenyap saat berada di jarak dekat.
Ini berarti percepatan pasang surut dapat memicu semburan air -- dengan membuka retakan di permukaan es. Demikian kesimpulan para ilmuwan.
Meski demikian, tim ahli belum yakin apakah celah atau retakan menjadi alasan uap air di bawah lapisan es di permukaan menyembur atau apakah ada mekanisme lain.
Para peneliti juga ingin menyelidiki apakah bulu-bulu air di Europa mirip yang ada di satelit Planet Saturnus, Enceladus -- di mana emisi uap bertekanan tinggi keluar dari celah-celah sempit di permukaannya.
"Kami memiliki banyak pertanyaan tentang mekanisme kerjanya," kata Dr Retherford. "Berapa ketebalan lapisan es? Apalah ada semacam danau atau kolam di bawahnya? Apakah retakan itu sedemikian dalam hingga mencapai deposit air di bawah permukaan. Kami tak tahu soal itu."
Tim mengatakan, sudah saatnya eksplorasi Europa menjadi prioritas.
Misi Mahal
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah membuat perencanaan awal misi Europa Clipper. Namun keterbatasan dana membuatnya tak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
"Europa Clipper adalah misi yang sangat mahal karena harus didesain untuk waktu yang lama, satu tahun atau beberapa tahun, di lingkungan radioaktif sangat keras," kata Dr Green. Terutama untuk merancang alat atau satelit untuk dikirim ke dekat Europa. Kemungkinan terwujud mungkin dalam beberapa dekade mendatang.
Satu-satunya kesempatan untuk mempelajari semburan Europa kini bertumpu pada misi Juice yang akan dilakukan Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA).
Satelit ESA punya dua kesempatan untuk terbang di dekat Europa pada 2030-an Jika beruntung, ia bisa cukup dekat mengamati semburannya. (Ein)

    POSTING KOMENTAR ANDA

    Gunakan Account Facebook atau Twitter Anda untuk Memberi Komentar